Kamis, 23 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cap Go Meh di Manado

Perayaan Cap Go Meh di Bulan Ramadan dan Minggu Sengsara, Pertegas Kerukunan Sulawesi Utara

Perayaan Cap Go Meh atau Goan Siau 2577 Kongzili (2026) di Manado, Sulawesi Utara, Selasa 3 Maret 2026 sangat meriah. 

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
Tribun Manado/Fernando_Lumowa
MERIAH - Perayaan Cap Go Meh (Goan Siau) 2577 Kongzili di Manado berlangsung meriah, Selasa 3 Maret 2026. Perayaan ini turut diwarnai atraksi budaya seperti Musik Bambu dan Kabasaran. 

Ringkasan Berita:
  • Perayaan Cap Go Meh atau Goan Siau 2577 Kongzili (2026) di Manado, Sulawesi Utara, Selasa 3 Maret 2026 sangat meriah
  • Ribuan orang menyaksikan perayaan yang memadukan atraksi budaya dan ritual keagamaan ini
  • Mereka memadati Kawasan Pertokoan 45 (Pecinan) Manado. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Perayaan Cap Go Meh atau Goan Siau 2577 Kongzili (2026) di Manado, Sulawesi Utara, Selasa 3 Maret 2026 sangat meriah. 

Ribuan orang menyaksikan perayaan yang memadukan atraksi budaya dan ritual keagamaan ini. 

Mereka memadati Kawasan Pertokoan 45 (Pecinan) Manado. Jalan-jalan yang jadi rute arak-arakan seperti Jalan DI Panjaitan, Jalan Soetomo dan Jalan Walanda Maramis dipadati warga. 

Perayaan Cap Go Meh tidak sekadar ritual keagamaan. Ini menjadi momen akulturasi budaya Sulawesi Utara

Sejumlah atraksi budaya turut mewarnai perayaan Cap Go Meh kali ini. 

Barisan Penari Kabasaran membuka arak-arakan barisan non ritual. Para penari perang tampil paling depan. Seolah menjadi pembuka Jalan bagi rombongan Cap Go Meh

Selain Kabasaran, musim Bambu Klarinet mengambil bagian memberi warna budaya pada perayaan ini. 

Selain itu, tampil juga barisan Paskibraka Kota Manado, drumband pelajar, BKSAUA, siswa SMP Sekolah Rakyat Manado, atlet dansa IODI (Ikatan Olahraga Dansa Indonesia) dan atlet wushu. 

Atraksi barongsai yang berkolaborasi dengan Tarian Naga menjadikan perayaan ini semakin meriah. 

Setiap perkumpulan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) hadir dengan barongsai dan Tari Naga. Ada juga yang membawa kelompok musim bambu bersama dalam rombongan. 

Tentu saja, penampilan para tangshin (tanci) menjadi daya tarik utama perayaan Cap Go Meh ini. 

Sebanyak 11 tangshin tampil dalam arak-arakan barisan ritual. Para tangshin ini berasal dari sembilan klenteng di Manado. 

Mereka diarak di atas kio (tandu) yang dipikul umat berbaju putih. Alunan musik dan tabuhan tambur serta nyanyian khas nan seragam mengiringi tangshin beraksi. 

Komisariat Perhimpunan TITD Sulawesi Utara, Ferry Sondakh mengatakan, Perayaan Cap Go Meh (Goan Siau) 

Komisariat Perhimpunan TITD Sulawesi Utara, Ferry Sondakh mengungkapkan, perayaan Cap Go Meh kali ini istimewa karena bertepatan di Bulan Ramadan

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved