Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cap Go Meh di Manado

Budaya Sulut Bakal Tampil dalam Cap Go Meh Manado 2026

Cap Go Meh 2026 di Manado bakal dimeriahkan pagelaran budaya. Berbagai budaya asal Sulut bakal memeriahkan ajang tahunan

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Chintya Rantung
Tribun Manado/Arthur_Rompis
CAP GO MEH - Tarian kabasaran saat tampil dalam Cap Go Meh beberapa waktu lalu. Budaya Sulut bakal tampil dalam cap go meh Manado 2026 

Ringkasan Berita:
  • Cap Go Meh 2026 di Manado bakal dimeriahkan pagelaran budaya
  • Berbagai budaya asal Sulut bakal memeriahkan ajang tahunan
  • Budaya Sulut akan berhimpun dalam barisan non ritual

TRIBUNMANADO.CO.ID - Cap Go Meh 2026 di Manado bakal dimeriahkan pagelaran budaya

Berbagai budaya asal Sulut bakal memeriahkan ajang tahunan tersebut. 

Ketua Perhimpunan Tempat Indah Tridharma (PTITD) Sulut Ridwan Sanyoto menuturkan, pihaknya mengundang semua budaya untuk tampil dalam Cap Go Meh

"Kami mengundang budaya di Minahasa dan Manado untuk tampil," kata dia Senin (2/3/2026). 

Menurut dia, budaya Sulut akan berhimpun dalam barisan non ritual. 

Barisan ini akan dilepas sebelum Barisan ritual. 

Dalam Cap Go Meh sebelumnya, Barisan non ritual terdiri dari Kabasaran, musik bambu, Marching band dan lainnya. 

Barisan ritual terdiri dari kuda locia, Barisan 36 panglima langit, petugas sembahyang, kereta hias, pikulan serta Barongsay dan Liong. 

Diketahui Sebanyak 11 Tang Sin bakal tampil dalam Cap Go Meh atau Goan Siau di Kampung Cina, Manado, Sulut pada Rabu (3/3/2026). 

Ketua PTITD Manado Ridwan Sanyoto menuturkan, kesebelas Tang Sin tersebut berasal dari sembilan tempat ibadah Tridharma di kota Manado

"Terdapat 11 Tangsin dari 9 kelenteng di Manado yang akan tampil, " kata dia kepada Tribunmanado.com di Kelenteng Kwan Kong, Minggu (1/3/2026) siang. 

Sebut dia, kio atau usungan berjumlah 14 buah. 

Ia menuturkan, arak - arakan Cap Go Meh terdiri dari barisan ritual dan non ritual. 

Barisan non ritual akan diisi oleh budaya berbagai daerah di Sulut. 

"Ada kabasaran, musik bambu dan budaya lainnya," kata dia. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved