Jumat, 12 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cap Go Meh di Manado

Di Balik Atraksi Ekstrem Tang Sin Saat Cap Go Meh di Manado, Ada Puasa 49 Hari dan Restu Roh Suci

Cap Go Meh bakal hentak Manado, Selasa (3/3/2026). Sosok Tang Sin akan jadi sentral dalam Cap Go Meh Manado. Warga sangat menanti-nantikan aksinya. 

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Chintya Rantung
Arthur Rompis-TribunManado.co.id
CAP GO MEH - Potret Tangsin saat kunjungi rumah warga dan toko di kampung Cina Manado Sulut sebelum prosesi Cap Go Meh tahun 2025. Begini proses spiritual seorang jadi Tang Sin. 

Ringkasan Berita:

TRIBUNMANADO.CO.ID - Di balik atraksi ekstrem yang selalu menyita perhatian saat Cap Go Meh, tersimpan proses panjang dan disiplin spiritual yang tak banyak diketahui publik.

Perayaan Cap Go Meh di Manado, Selasa (3/3/2026), akan menghadirkan 11 Tang Sin dari sembilan kelenteng.

Mereka menjadi figur sentral yang dinanti warga setiap tahunnya.

Aksi seperti menusuk lidah dengan pedang kerap membuat jantung berdebar.

Namun, menurut rohaniawan senior Tridharma Kelenteng Altar Agung, Ronny Loho, yang paling utama bukanlah atraksinya, melainkan perjalanan rohani sebelum seseorang resmi menjadi Tang Sin.

“Semua harus bertahap,” ujar Ronny, Minggu (1/3/2026).

Ia menegaskan, menjadi Tang Sin bukan perkara keberanian fisik semata. Ada syarat ketat yang harus dipenuhi.

Langkah pertama adalah niat tulus untuk mengabdi. Calon Tang Sin harus memiliki keinginan sukarela, bukan karena paksaan atau dorongan pihak lain. Setelah itu, ia wajib mengantongi izin keluarga.

Tak berhenti di situ, restu spiritual juga menjadi penentu. Dalam tradisi Tridharma, restu para Roh Suci atau Sin Beng diperoleh melalui ritual lempar kayu Poa Pwe.

Jika seluruh tahapan itu dilalui, calon Tang Sin masih harus menjalani puasa Cia Cai selama 49 hari.

Masa tersebut digunakan untuk melatih pengendalian diri sekaligus memperdalam ajaran Tridharma.

“Ia harus belajar agama Tridharma,” jelas Ronny.

Proses panjang itu bertujuan membentuk pribadi yang matang secara rohani. Sebab, Tang Sin dipercaya sebagai duta Tuhan yang menebus kelemahan serta dosa umat.

Karena itu, mereka dituntut menjaga perilaku dan menjadi teladan.

“Mereka harus berkelakuan baik dan jadi contoh bagi umat,” tegasnya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved