Rabu, 15 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cap Go Meh di Manado

Cap Go Meh di Manado, Ini Arti dari Aksi Gerakan Tang Sin saat Atraksi

Menjelang Cap Go Meh yang digelar pada Selasa (3/3/2026), suasana di Kelenteng Kwan Kong, Kampung Cina, mulai ramai dengan persiapan. 

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Rizali Posumah
Tribun Manado/Arthur_Rompis
CAP GO MEH - Pedang dan golok yang akan digunakan oleh para Tang Sin dalam Cap Go Meh diasah pada Minggu (1/3/2026). Kampung Cina, Manado, Sulawesi Utara akan ramai saat Cap Go Meh nanti. 

Ringkasan Berita:
  • Menjelang perayaan Cap Go Meh yang akan digelar pada Selasa (3/3/2026), suasana di Kelenteng Kwan Kong, Kampung Cina, Manado, mulai ramai dengan berbagai persiapan.
  • Sebanyak 11 Tang Sin dari 9 kelenteng di Manado dipastikan akan tampil membawakan atraksi yang sering kali dianggap ekstrem.
  • Pedang dan golok yang akan digunakan oleh para Tang Sin diasah pada Minggu (1/3/2026).

 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Menjelang perayaan Cap Go Meh yang akan digelar pada Selasa (3/3/2026), suasana di Kelenteng Kwan Kong, Kampung Cina, Manado, Sulawesi Utara, mulai ramai dengan berbagai persiapan. 

Sebanyak 11 Tang Sin dari 9 kelenteng di Manado dipastikan akan tampil membawakan atraksi yang sering kali dianggap ekstrem oleh masyarakat awam.

Pedang dan golok yang akan digunakan oleh para Tang Sin diasah pada Minggu (1/3/2026).

Ternyata terdapat makna tersendiri yang menjadi inti dari kepercayaan umat Tridharma dalam setiap gerakan Tang Sin.

Atraksi Tang Sin, yang juga dikenal sebagai "Duta Allah", bukanlah sekadar pamer kekebalan, melainkan mengandung pesan bagi umat. 

Bagi umat Tridharma, setiap gerakan yang dilakukan oleh Tang Sin saat prosesi Goan Siau memiliki simbolisme tertentu:

Memikul Dosa Umat

Aksi Tang Sin yang memukulkan pedang ke punggung secara berulang merupakan simbol visual bahwa Tuhan sedang memikul dosa-dosa umat-Nya.

Menjaga Perkataan

Atraksi mengiris lidah bukan tanpa alasan. 

Gerakan ini merupakan peringatan keras bagi manusia agar senantiasa menjaga lidah dan setiap perkataan yang keluar dari mulut.

Keselarasan Alam

Saat Tang Sin menyilangkan pedang ke arah kiri dan kanan, itu adalah lambang dari keselarasan antara Yin dan Yang, menjaga keseimbangan di semesta.

Selain atraksi fisik, kehadiran Tang Sin di Kelenteng Kwan Kong juga membawa misi pemberkatan.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved