Manado Sulawesi Utara
Berombak dan Angin Kencang, Nelayan Tradisional Manado Pilih Tak Melaut
"Waktu itu sempat cuaca agak mendingan, saya pikir mungkin keesokan harinya bisa melaut, tapi ternyata tidak,”
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Isvara Savitri
Ringkasan Berita:
- Saking kencangnya ombak, Teluk Manado sekarang menjadi cokelat.
- Cuaca yang kerap berubah dalam sepekan terakhir berdampak langsung pada aktivitas nelayan tradisional.
- Sejumlah nelayan memilih tidak melaut demi keselamatan.
TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Cuaca ekstrem kembali melanda Teluk Manado, Sulawesi Utara.
Hingga Selasa (26/2/2026) siang, laut masih berombak dan angin cukup kencang.
Saking kencangnya ombak, Teluk Manado yang biasanya tak biru kehijauan sekarang menjadi cokelat.
Cuaca yang kerap berubah dalam sepekan terakhir berdampak langsung pada aktivitas nelayan tradisional.
Sejumlah nelayan memilih tidak melaut demi keselamatan.
Salah satu nelayan, Benyamin, mengaku sudah sekitar satu minggu tidak pergi melaut.
Biasanya, ia mencari ikan hingga ke perairan belakang Pulau Manado Tua.
Namun, kondisi cuaca yang tidak menentu membuatnya mengurungkan niat.
"Waktu itu sempat cuaca agak mendingan, saya pikir mungkin keesokan harinya bisa melaut, tapi ternyata tidak,” ujarnya.
Selama tidak melaut, Benyamin memanfaatkan waktu dengan memperbaiki perahu.
Sesekali ia juga membantu istrinya berjualan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Hal serupa disampaikan nelayan lainnya, Sudirman.
Ia biasanya tetap beraktivitas dengan menengok karamba.
Namun kondisi ombak besar dan angin kencang membuatnya memilih bertahan di darat.
Baca juga: Rute ke Nusa Utara, Berikut Jadwal Kapal dari Pelabuhan Manado Besok
Baca juga: Lirik Lagu Sal Priado - Dari Planet Lain - Sepertinya Kau Memang
"Ini sudah agak cerah, semoga saja besok sudah bisa melaut kembali,” katanya.
Para nelayan berharap kondisi cuaca segera membaik agar mereka dapat kembali beraktivitas di laut dan menghidupi keluarga seperti biasa.(*)
| Demam Piala Dunia, Penjual Bendera Timnas Menjamur di Manado, Argentina Paling Laris |
|
|---|
| Akademisi Unsrat Alfons Kimbal: Pemilik SPPG Harus Ikuti Regulasi Agar Tidak Disuspend BGN |
|
|---|
| Curhat Sopir Bus di Terminal Paal 2 Manado: Kadang Berangkat Setengah Muatan, Pulang Bisa Kosong |
|
|---|
| BHK Food Festival 2026 di Pecinan Manado, Ada Kopi, Bakmi dan Pentas |
|
|---|
| Jalan Lubang Antara Manado - Bitung Mulai Diperbaiki, Warga Minta Dipercepat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Kamis-2622026-Nelayan-memilih-tak-melaut-hari-ini.jpg)