Kamis, 30 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kerukunan di Manado

Potret Simbol Kerukunan di Manado, Pernak-pernik Perayaan Keagamaan Berjejer Berdampingan

Di ujung lapangan terpasang hiasan Imlek berupa kuda dengan imaji berapi. 

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alpen Martinus
Tribun Manado/Arthur_Rompis
RUKUN: Salib, takjil dan lampion didirikan bersama, simbol kerukunan di Manado, Sulawesi Utara, Rabu 25 Februari 2026. 

Salib terpasang di depan lorong. 

Salib ini berwarna ungu dan putih. 

Ukurannya bervariasi.

Dari sedang hingga besar. 

Semua dipasang sejajar dan sangat indah dipandang.

Mesakh seorang warga mengatakan, keindahan toleransi karena hari raya keagamaan tiga hampir bersamaan dapat disaksikan di Manado. 

"Ada lampion, salin dan takjil, indah benar harmonisasinya," kata dia.

Menurut dia, keindahan itu bukan hanya berdimensi abstrak. 

Tapi bisa menjadi potensi wisata. 

"Ini dapat menjadi tontonan turis," kata dia.

Kepala Kemenag Sulut Ulyas Taha dalam sambutannya pada acara Imlek di Graha Gubernuran Minggu (23/2/2026) menyebut Imlek dan Ramadhan memang hampir bertepatan.

Sebut dia, kerukunan umat beragama muncul di men demikian. (ART) 

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Youtube Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved