Kerukunan di Manado
Potret Simbol Kerukunan di Manado, Pernak-pernik Perayaan Keagamaan Berjejer Berdampingan
Di ujung lapangan terpasang hiasan Imlek berupa kuda dengan imaji berapi.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alpen Martinus
Salib terpasang di depan lorong.
Salib ini berwarna ungu dan putih.
Ukurannya bervariasi.
Dari sedang hingga besar.
Semua dipasang sejajar dan sangat indah dipandang.
Mesakh seorang warga mengatakan, keindahan toleransi karena hari raya keagamaan tiga hampir bersamaan dapat disaksikan di Manado.
"Ada lampion, salin dan takjil, indah benar harmonisasinya," kata dia.
Menurut dia, keindahan itu bukan hanya berdimensi abstrak.
Tapi bisa menjadi potensi wisata.
"Ini dapat menjadi tontonan turis," kata dia.
Kepala Kemenag Sulut Ulyas Taha dalam sambutannya pada acara Imlek di Graha Gubernuran Minggu (23/2/2026) menyebut Imlek dan Ramadhan memang hampir bertepatan.
Sebut dia, kerukunan umat beragama muncul di men demikian. (ART)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Youtube Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
| Ikan Sapu-Sapu di Danau Tondano Punya Nilai Ekonomi, Ini Penjelasan Akademisi Kawilarang Masengi |
|
|---|
| Kenaikan Harga Solar Picu Antrean di SPBU Sulut, Akademisi Ingatkan Dampak ke Distribusi dan Inflasi |
|
|---|
| Cerita Mahasiswi Daniella Tresma Pilih Kuliah Guru di Unika De La Salle Manado, Ini Motivasinya |
|
|---|
| SPBU Tutuyan Boltim tak Jual Pertalite, Harga Eceran Tembus Rp 20 Ribu Perbotol |
|
|---|
| Strategi Pemkab Minahasa Atasi Ancaman Ikan Sapu-sapu di Danau Tondano, Warga Diminta Terlibat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Kerukunan-di-Manado-sedrgertgher.jpg)