Kamis, 7 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kerukunan di Manado

Potret Simbol Kerukunan di Manado, Pernak-pernik Perayaan Keagamaan Berjejer Berdampingan

Di ujung lapangan terpasang hiasan Imlek berupa kuda dengan imaji berapi. 

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alpen Martinus
Tribun Manado/Arthur_Rompis
RUKUN: Salib, takjil dan lampion didirikan bersama, simbol kerukunan di Manado, Sulawesi Utara, Rabu 25 Februari 2026. 

 TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Bulan Februari merupakan bulan penuh toleransi. 

Betapa tidak, di bulan tersebut berlangsung Ramadhan, Imlek dan awal masa Paskah. 

Suasana harmoni dalam perbedaan terasa benar di kota Manado. 

Baca juga: Simbol Kerukunan, Besok Perayaan Imlek 2577 Kongzili Sulut Dirangkaikan dengan Buka Puasa Bersama

RUKUN: Salib, takjil dan lampion didirikan bersama, simbol kerukunan di Manado, Sulawesi Utara, Rabu 25 Februari 2026.
RUKUN: Salib, takjil dan lampion didirikan bersama, simbol kerukunan di Manado, Sulawesi Utara, Rabu 25 Februari 2026. (Tribun Manado/Arthur_Rompis)

Di mana mana ada lokasi jualan takjil. 

Muncul pula lampion di beberapa area publik. 

Sejumlah gereja mulai memasang hiasan salib. 

RUKUN: Salib, takjil dan lampion didirikan bersama, simbol kerukunan di Manado, Sulawesi Utara, Rabu 25 Februari 2026.
RUKUN: Salib, takjil dan lampion didirikan bersama, simbol kerukunan di Manado, Sulawesi Utara, Rabu 25 Februari 2026. (Tribun Manado/Arthur_Rompis)

Amatan Tribunmanado.com Rabu (25/2/2026) di jalan Balai Kota 2 terpasang gapura ramadhan. 

Di dalam gapura tersebut berjejer tempat jual takjil. 

Ada yang tradisional, dari katu. 

Ada pula yang modern. 

Nuansa Ramadhan tersebut segera berganti dengan nuansa Imlek

Ada hiasan Lampion di kantor Wali kota Manado yang terdapat di jalan Balai Kota 1.

Di depannya ada lapangan Sparta Tikala. 

Di ujung lapangan terpasang hiasan Imlek berupa kuda dengan imaji berapi. 

Ratusan meter dari sana, suasana berubah dari meriah ke sendu. 

Salib terpasang di depan lorong. 

Salib ini berwarna ungu dan putih. 

Ukurannya bervariasi.

Dari sedang hingga besar. 

Semua dipasang sejajar dan sangat indah dipandang.

Mesakh seorang warga mengatakan, keindahan toleransi karena hari raya keagamaan tiga hampir bersamaan dapat disaksikan di Manado. 

"Ada lampion, salin dan takjil, indah benar harmonisasinya," kata dia.

Menurut dia, keindahan itu bukan hanya berdimensi abstrak. 

Tapi bisa menjadi potensi wisata. 

"Ini dapat menjadi tontonan turis," kata dia.

Kepala Kemenag Sulut Ulyas Taha dalam sambutannya pada acara Imlek di Graha Gubernuran Minggu (23/2/2026) menyebut Imlek dan Ramadhan memang hampir bertepatan.

Sebut dia, kerukunan umat beragama muncul di men demikian. (ART) 

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Youtube Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved