Selasa, 21 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cap Go Meh 2026

Cap Go Meh di Manado Digelar 3 Maret 2026, Direstui Lewat Prosesi Poa Pwe

Selasa, 3 Maret 2026 menjadi tanggal pelaksanaan perayaan Cap Go Meh atau Goan Siau 2577 Kongzili di Kota Manado

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Chintya Rantung
tribunmanado.co.id/Arthur Rompis
CAP GO MEH - Ilustrasi perayaan cap go meh tahun 2025 di Manado. Cap go meh di Manado bakal digelar 3 Maret 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Selasa, 3 Maret 2026 menjadi tanggal pelaksanaan perayaan Cap Go Meh atau Goan Siau 2577 Kongzili di Kota Manado
  • Setelah dipastikan mendapat restu melalui prosesi sakral di Kelenteng Ban Hing Kiong, Jumat (20/2/2026) lalu
  • Ketua Kelenteng Ban Hing Kiong, Jemmy Binsar, menegaskan bahwa Cap Go Meh direstui untuk digelar di jalan raya

TRIBUNMANADO.CO.ID –  Selasa, 3 Maret 2026 menjadi tanggal pelaksanaan perayaan Cap Go Meh atau Goan Siau 2577 Kongzili di Kota Manado.

Setelah dipastikan mendapat restu melalui prosesi sakral di Kelenteng Ban Hing Kiong, Jumat (20/2/2026) lalu.

Ketua Kelenteng Ban Hing Kiong, Jemmy Binsar, menegaskan bahwa Cap Go Meh direstui untuk digelar di jalan raya.

“Pelaksanaannya pada tanggal 3 Maret 2026,” ujarnya.

Kepastian itu diperoleh dalam prosesi mohon petunjuk melalui ritual Poa Pwe di Kelenteng Ban Hing Kiong.

Dalam prosesi tersebut, kayu Poa Pwe hanya dilempar satu kali dan menunjukkan posisi satu terbuka serta satu tertutup tanda direstui.

Menurut Binsar, pelaksanaan tahun ini terasa istimewa karena untuk pertama kalinya dalam 40 tahun terakhir perayaan dapat berlangsung tiga kali berturut-turut di jalan raya.

“Tahun depan kita berharap dapat keluar lagi,” katanya.

Ketua PTITD Komda Sulut, Fery Sondakh, menambahkan bahwa digelarnya Cap Go Meh di jalan raya dipercaya membawa keselarasan.

“Istilahnya pembabaran dunia baru. Keselarasan akan tercipta antara manusia dan alam, manusia dengan manusia, dan lainnya,” ujarnya.

Prosesi berlangsung penuh ketegangan. Setelah sembahyang, umat menyanyikan lagu permohonan sambil berlutut dengan kedua lengan disatukan di dada.

Sejumlah umat tampak meneteskan air mata, larut dalam rasa tegang dan harap.

Puncak suasana terjadi saat petugas bersiap melempar kayu Poa Pwe. Kayu dilempar, disusul teriakan “Sio Poe” dari umat yang memadati kelenteng.

Tangis haru pun pecah ketika hasil lemparan menyatakan Goan Siau direstui untuk dilaksanakan di jalan raya.

Umat saling berpelukan dan mengucapkan selamat. Musik bambu mengalunkan lagu riang, menambah sukacita yang menyelimuti kawasan tersebut. Umat pun tak lupa menyampaikan syukur dengan melakukan penyembahan.

Diketahui, Cap Go Meh atau Goan Siau merupakan prosesi umat Tridharma yang digelar 15 hari setelah Tahun Baru Imlek. 

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved