Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Saksi Kata

Beberapa Kali Banjir, Warga Sario Utara Manado Enggan Pindah

"Mungkin karena saluran yang sempit, jadi kalau meluap kena ke rumah-rumah,” katanya.

Penulis: Isvara Savitri | Editor: Isvara Savitri
Tribun Manado/Isvara Savitri
WARGA - Anis Hunowu (73) menunjukkan pekarangan belakang rumahnya di Lingkungan I Kelurahan Sario Utara, Kecamatan Sario, Kota Manado, Sulawesi Utara, Kamis (19/2/2026). Rumahnya terdampak banjir akhir pekan lalu. 

Ringkasan Berita:
  • Warga tidak kepikiran untuk pindah meski lingkungan sekitarnya kerap banjir
  • Banjir tidak seperti di Jakarta yang tiap tahun bisa berkali-kali.
  • Banjir biasanya hanya terjadi di jalanan depan dan halaman rumahnya.

 

TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Lingkungan I, Kelurahan Sario Utara, Kecamatan Sario, Kota Manado, Sulawesi Utara, menjadi salah satu wilayah yang kebanjiran pada Sabtu (14/2/2026).

Warga bernama Anis Hinowu (73) menjadi salah satu yang terdampak.

Meski air tak sampai masuk ke rumahnya, ketinggian di halaman rumah mencapai 30 cm.

Anis mengaku baru dua kali kebanjiran.

Yang pertama adalah banjir bandang pada 2014, yang kedua pada Sabtu lalu.

Meski begitu, ia tidak memiliki keinginan untuk pindah rumah.

Banjir yang terjadi di lingkungannya tidak berlangsung setiap tahun seperti di sejumlah daerah lain. 

WARGA - Warga terdampak banjir di Lingkungan I Kelurahan Sario Utara, Kecamatan Sario, Kota Manado, Sulawesi Utara, bernama Anis Hunowu. Ketinggian air kurang lebih 30 cm.
WARGA - Warga terdampak banjir di Lingkungan I Kelurahan Sario Utara, Kecamatan Sario, Kota Manado, Sulawesi Utara, bernama Anis Hunowu. Ketinggian air kurang lebih 30 cm. (Tribun Manado/Isvara Savitri)

“Tidak kepikiran untuk pindah. Banjir di sini tidak seperti di Jakarta yang tiap tahun bisa berkali-kali. Di sini itu 2014 baru kejadian besar, lalu sekarang lagi. Jadi jarang,” ujar Anis, Kamis (19/2/2026).

Banjir biasanya hanya terjadi di jalanan depan dan halaman rumahnya.

Selain itu, genangan air biasanya hanya terjadi di bagian belakang rumah dan cepat surut. 

Ia menilai kondisi tersebut masih bisa diatasi bersama keluarga dan warga sekitar.

Anis juga menjelaskan rumahnya tidak berada persis di bantaran sungai. 

Sungai terdekat berada di belakang kawasan perkantoran dan permukiman lain. 

Ia menduga luapan air terjadi karena saluran yang sempit sehingga ketika debit air meningkat, air meluap ke permukiman.

Baca juga: Cerita Warga Sario Utara Manado Saat Banjir Akhir Pekan Lalu, Sempat Terpeleset 2 Kali

Baca juga: Gempa Bumi Guncang Sulawesi Selatan Kamis 19 Februari 2026, Gempanya Terjadi Sore Ini

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved