Liputan Wisata
Daftar 3 Objek Wisata di Sulut Berbau Oriental, Cocok Dikunjungi Turis Saat Imlek
Ini bukan objek wisata biasa. Tapi beda. Alias tak ada di daerah lain. Sangat oriental pula.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Alpen Martinus
Ringkasan Berita:1. Hari raya Imlek akan dirayakan pada 17 Februari 2026.3. Ini bukan objek wisata biasa. Tapi beda. Alias tak ada di daerah lain. Sangat oriental pula.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Hari raya Imlek akan dirayakan pada 17 Februari 2026.
Di Sulut, datangnya Imlek pas dengan musim turis.
Turis asing, utamanya dari Cina dan Korea Selatan, menyerbu Sulut bersamaan dengan dibukanya rute penerbangan langsung ke Manado.
Baca juga: Tradisi Jelang Imlek di Klenteng Kong Zi Miao Manado, Umat Konghucu Mencuci Arca Harus Berpantang
Dan para turis ini beruntung.
Sebab Sulut punya sejumlah objek wisata yang berbau Imlek.
Ini bukan objek wisata biasa. Tapi beda. Alias tak ada di daerah lain. Sangat oriental pula.
Berikut tiga objek wisata berbau Imlek di Sulut:
1. Klenteng Ban Hin Kiong.
Beralamat di Jalan D.I. Panjaitan, Calaca, Kec. Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara.
Mendirikan Kelenteng Ban Hing Kiong yang artinya Istana Sejuta Berkah.
Klenteng tersebut kala itu hanya berdindingkan Nibung dan beratapkan Rumbia.
Kala itu, pemerintah kolonial belanda tidak mengizinkan bangunan Klenteng dibuat semi permanen.
Barulah, pada 1819, klenteng tersebut dibuat semi permanen. Dindingnya terbuat dari kayu, atapnya dari seng.
Klenteng tersebut sempat menjalani pemugaran, yakni pada periode 1854 - 1859 dan 1895 -1902.
Kisah pahit sempat dialami klenteng itu. Pada peristiwa 14 Maret 1970, klenteng dibakar dan semua catatan sejarah klenteng serta barang berharga lainnya musnah.
Tak heran, kisah berdirinya klenteng itu yang disebut pada 1607, hanyalah berdasarkan tradisi lisan.
Klenteng dibangun kembali pada tahun 1971 hingga 1975.
Wajah klenteng saat ini adalah hasil pemugaran pada kurun waktu itu.
Lalu pada 10 September 1994, dilakukan upacara sembahyang besar peresmian yang dilakukan lewat upacara Poa Pwe.
Sisa peninggalan belanda masih terlihat dalam tiga buah meriam yang tersimpan di Klenteng itu. Tiga meriam itu konon pemberian VOC.
2. 108 Rupang Big Buddha.
Satu lagi objek wisata spiritual hadir di Sulawesi Utara (Sulut). Namanya 108 Rupang (patung) Big Buddha.
Lokasinya di Vihara Arama Kebun Kesadaran Desa Kolongan, Kecamatan Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara, Sulut.
Pada hari raya Waisak Kamis (23/5/2024), lokasi itu mendapat pemberkahan oleh empat Bhikku dari Thailand.
Hadirnya 108 Rupang (patung) Big Buddha ini adalah yang pertama di Indonesia.
Diproyeksikan sebagai ikon Buddhisme di Indonesia, tempat tersebut berpotensi memikat turisme, terutama dari Asia Timur dan Asia Tenggara.
Apalagi penerbangan langsung Manado ke Cina, Jepang, Korea Selatan dan Singapura telah dibuka.
Keunikan dari patung tersebut adalah ke 108 patung itu semuanya sama.
Baik bentuk, tinggi maupun gaya.
Romo Pandita Hengky Luntungan menuturkan, patung itu mulai dibangun pada Januari 2021.
Berlangsung di masa Covid 19, sempat muncul pesimis.
"Awalnya ada rasa pesimis karena Covid tengah merajalela," kata dia.
Namun berkat iman umat Buddha, patung itu akhirnya tuntas dikerjakan.
Ketua Pengurus Vihara Arama Kebun Kesadaran Kolongan Herdy Munayang menjelaskan, patung dibangun lewat sokongan donatur.
Donatur datang dari seluruh Indonesia dan luar negeri.
"Ada yang satu donatur satu patung, ada satu patung yang dikerjakan beberapa orang, jadi secara gotong royong," kata dia.
Ungkap dia, dana pembangunan satu patung fluktuatif.
Bergantung keadaan ekonomi.
"Awalnya 35 juta untuk satu patung, kemudian harganya kini 58 juta per patung," kata dia.
Herdy berharap patung itu dapat menjadi ikon buddhisme di Indonesia Timur.
Para turis yang tertarik dengan ajaran Buddha dapat singgah ke ke situ setelah mengunjungi Borobudur.
"Ini dapat menjadi destinasi wisata religi," kata dia.
3. Vihara Buddhayana
Vihara Buddhayana terletak di Desa Kakaskasen, kota Tomohon, Sulut .
Untuk bisa ke Vihara Buddhayana, Tribunners bisa menempuhnya dengan naik kendaraan.
Kalau dari Manado berjarak sekira 20 kilometer.
Vihara Buddhayana menyajikan pemandangan khas Tionghoa memadu dengan alam indah Minahasa. Turis pasti tercengang melihat patung 18 Lohan dengan latar Gunung Lokon.
Dalam kepercayaan Buddha, Lohan adalah para pendosa yang kembali ke jalan yang benar.
Patung Lohan di Vihara Buddhayana menampilkan berbagai pose.
Ada Lohan yang naik naga, naik gajah dan naik harimau.
Di tengah kompleks, terdapat pagoda Vihara Ekayana. Pagoda ini bertingkat sembilan.
Dengan hanya beralas kaki, anda bisa menaiki Pagoda dan menikmati pemandangan Gunung Lokon dan sekitarnya yang menakjubkan. (ART)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Youtube Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
| Pantai Tanjung Mariri Bolmong, Surga Tersembunyi yang Belum Terjamah Wisatawan |
|
|---|
| Libur Akhir Pekan Warga Padati Pantai Karangria Manado, Ada yang Mandi dan Menikmati Kuliner |
|
|---|
| Festival Manee 2026 Meriah, Wabup Talaud Jadi Orang Pertama yang Tombak Ikan di Pulau Intata |
|
|---|
| Senja Cantik di Rest Area Koka Minahasa, Spot Foto Instagramable Bareng Pasangan |
|
|---|
| Indahnya Sinar Matahari Terbenam di Pantai Tolondadu Bolsel, Kuning Keemasan Manjakan Mata |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Objek-Wisata-di-Manado-ergerthe.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.