Jumat, 1 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Liputan Wisata

Daftar 3 Objek Wisata di Sulut Berbau Oriental, Cocok Dikunjungi Turis Saat Imlek

Ini bukan objek wisata biasa. Tapi beda. Alias tak ada di daerah lain. Sangat oriental pula. 

Tayang:
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Alpen Martinus
Tribun Manado/Arthur_Rompis
OBJEK: Big Buddha dan Vihara Buddhayana di Manado Sulawesi Utara. Jadi objek wisata oriental 

Ringkasan Berita:1. Hari raya Imlek akan dirayakan pada 17 Februari 2026.
2. Sebab Sulut punya sejumlah objek wisata yang berbau Imlek
 
3. Ini bukan objek wisata biasa. Tapi beda. Alias tak ada di daerah lain. Sangat oriental pula. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Hari raya Imlek akan dirayakan pada 17 Februari 2026.

Di Sulut, datangnya Imlek pas dengan musim turis. 

Turis asing, utamanya dari Cina dan Korea Selatan, menyerbu Sulut bersamaan dengan dibukanya rute penerbangan langsung ke Manado. 

Baca juga: Tradisi Jelang Imlek di Klenteng Kong Zi Miao Manado, Umat Konghucu Mencuci Arca Harus Berpantang

Dan para turis ini beruntung. 

Sebab Sulut punya sejumlah objek wisata yang berbau Imlek

Ini bukan objek wisata biasa. Tapi beda. Alias tak ada di daerah lain. Sangat oriental pula. 

Berikut tiga objek wisata berbau Imlek di Sulut:

1. Klenteng Ban Hin Kiong. 

IMLEK: Klenteng Ban Hing Kiong di Kampung Cina Manado, Sulawesi Utara, Jumatb 6 Februari 2026. Jadi pusat pelaksaan Imlek 2026 di Manado.
IMLEK: Klenteng Ban Hing Kiong di Kampung Cina Manado, Sulawesi Utara, Jumat 6 Februari 2026. Jadi pusat pelaksaan Imlek 2026 di Manado. (Tribun Manado/Arthur_Rompis)

Beralamat di Jalan D.I. Panjaitan, Calaca, Kec. Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara.

Mendirikan Kelenteng Ban Hing Kiong yang artinya Istana Sejuta Berkah.

Klenteng tersebut kala itu hanya berdindingkan Nibung dan beratapkan Rumbia.

Kala itu, pemerintah kolonial belanda tidak mengizinkan bangunan Klenteng dibuat semi permanen.

Barulah, pada 1819, klenteng tersebut dibuat semi permanen. Dindingnya terbuat dari kayu, atapnya dari seng.

Klenteng tersebut sempat menjalani pemugaran, yakni pada periode 1854 - 1859 dan 1895 -1902.

Kisah pahit sempat dialami klenteng itu. Pada peristiwa 14 Maret 1970, klenteng dibakar dan semua catatan sejarah klenteng serta barang berharga lainnya musnah.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved