Jumat, 8 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pekerja Migran Indonesia

Pihak Keluarga Meylani, Pekerja Migran Asal Manado yang Terjebak di Libya Datangi Polda Sulut

Olivia, adik dari Meylani terlihat mendatangi kantor Direktorat PPA dan PPO yang berada di bagian belakang Polda Sulut. 

Tayang:
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Gryfid Talumedun
Tribun Manado/Arthur_Rompis
MELAPOR - Pihak keluarga Meylani, Pekerja Migran asal Manado yang terjebak di Libya, mendatangi Direktorat PPA dan PPO Polda Sulut, Kamis (29/1/2026) sore. Kedatangan mereka untuk melaporkan kasus TPPO yang menimpa Meylani. 

"Ia sering mengeluh pada saya di chatingan," kata Olivia adik dari Meylani, Rabu (28/1/2026). 

Ungkap Olivia, sang kakak kini tenggelam dalam doa. 

Ia kerap memanjatkan doa Novena. 

"Kakak sering berdoa," katanya. 

Olivia mengatakan, keluarga berharap agar sang kakak dapat dipulangkan. Ia memohon pada Presiden Prabowo Subianto. 

"Juga pada Menteri dan pak Gubernur YSK," katanya. 

Malang nasib Meylani Madalombang. 

Pekerja Migran asal Manado ini diduga dianiaya di Libya

Sudah demikian, ia musti membayar uang Rp 144 Juta kepada pemerintah Libya akibat over stay.

Meylani harus bisa membayar denda itu untuk bisa pulang ke tanah air. 

Sewaktu berangkat, Meylani diduga hanya dibekali bisa turis oleh oknum yang memberangkatkannya. 

Hal ini dibeber oleh Hence Tamboto selaku anggota tim perlindungan BP3MI Sulut kepada Tribunmanado di kantor BP3MI Sulut di jalan 17 Agustus Manado, Sulut, Selasa (27/1/2026). 

"Dia over stay hingga musti bayar denda ke pemerintah Libya," kata dia. 

Menurut dia, denda itu bisa saja terus bertambah seiring dengan makin lama ia berada di sana. 

Hence mengatakan, pihaknya telah menangani kasus tersebut sesuai kewenangan. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved