Jumat, 24 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sulawesi Utara

Dosen Unima Soroti 2 Hal Berdampak pada Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Utara 2025

Robert mengatakan bahwa hingga Triwulan III, capaian pertumbuhan ekonomi belum menunjukkan jalur yang konsisten menuju angka 6 persen.

Penulis: Isvara Savitri | Editor: Isvara Savitri
Dok. Pribadi
EKONOM SULUT - Dosen Ilmu Ekonomi Universitas Negeri Manado, Dr Robert Winerungan. Ia mengaku pesimis pertumbuhan ekonomi Sulut capai 6,2 persen pada 2025. 

Ringkasan Berita:
  • Dosen Ilmu Ekonomi Unima, Dr Robert Winerungan, pesimis pertumbuhan ekonomi Sulut capai 6,2 persen pada 2025
  • Faktor pertama terkait adanya efisiensi anggaran pemerintah
  • Faktor kedua adalah realisasi belanja yang masih belum maksimal

 

TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Kantor Wilayah Bank Indonesia Sulawesi Utara menyampaikan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara pada tahun ini diperkirakan mencapai 5,3-6,2 persen (year on year). 

Namun, menurut Dosen Ilmu Ekonomi Universitas Negeri Manado (Unima), Dr. Robert Winerungan, proyeksi pertumbuhan di level 6,2 persen berpotensi sulit tercapai mengingat sejumlah indikator masih menunjukkan perlambatan.

Robert mengatakan bahwa hingga Triwulan III, capaian pertumbuhan ekonomi belum menunjukkan jalur yang konsisten menuju angka 6 persen. 

“Selama triwulan I, II, dan III belum ada tanda-tanda ke arah capaian pertumbuhan seperti itu. Triwulan I masih minus, triwulan II sangat kecil, dan hanya triwulan III yang naik sekitar 4 persen,” jelasnya ketika dihubungi, Senin (1/12/2025).

Salah satu faktor utama yang menjadi sorotan adalah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. 

Menurut Robert, efisiensi tersebut berdampak pada melemahnya belanja pemerintah, komponen yang selama ini berperan besar mendorong ekonomi Sulut.

“Beberapa sektor pemerintah tertekan karena efisiensi,” ujarnya.

EKONOM SULUT - Ekonom Universitas Negeri Manado, Dr Robert Winerungan.
EKONOM SULUT - Ekonom Universitas Negeri Manado, Dr Robert Winerungan. (HO)

Selain itu, Robert juga menyoroti data dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang menunjukkan dana sekitar Rp 3,5 triliun masih mengendap di perbankan dan belum dibelanjakan pemerintah daerah di Sulut. 

“Dana yang menumpuk itu tidak menggerakkan ekonomi. Selama tidak dicairkan, tidak akan ada dorongan signifikan bagi pertumbuhan,” tambahnya.

Selain sektor pemerintahan, Robert menilai konsumsi masyarakat belum cukup kuat untuk mendongkrak pertumbuhan di penghujung tahun. 

Meski ekspor Sulawesi Utara menunjukkan kinerja baik, kontribusinya dinilai belum cukup mengompensasi melemahnya konsumsi rumah tangga.

“Kita lihat daya beli masyarakat apa sudah bagus? Kalau hanya berharap dari konsumsi tanpa dukungan belanja pemerintah, sulit tumbuh 6,2 persen,” tuturnya.

Meski Desember biasanya menjadi periode dengan peningkatan aktivitas ekonomi karena perayaan Natal, hal itu dianggap tidak cukup untuk mencapai target BI.

“Kita berharap di Desember, tapi akselerasi biasanya tidak besar," ucapnya.

Baca juga: Penumpang Harap Sopir Mikro Legowo, Sebut Bus BTS Manado Lebih Murah, Bersih dan Bebas Asap Rokok

Baca juga: Pemprov Sulut Bahas Penguatan Kerja Sama dengan Prefecture Kochi

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved