Santapan Rohani
Santapan Rohani 1 Tesalonika 5:1-11, Siap Siaga
Paulus mengingatkan bahwa Hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam hari
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alpen Martinus
Orang percaya harus berjaga-jaga, sadar, hidup dalam iman, kasih, dan pengharapan.
Manusia sering merasa masih punya banyak waktu, menunda melayani, hidup seenaknya, bahkan menjauh dari Tuhan.
Kematian tidak pernah memberi pengumuman terlebih dahulu. Semua berada dalam otoritas Tuhan.
Kita harus siap secara rohani setiap saat. 1 Tesalonika 5:1-11 menegaskan:
Hari Tuhan datang secara tiba-tiba (ayat 1-3).
Paulus berkata: “Hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam.”
Tidak bisa diprediksi dan dihindari oleh manusia, datang tidak terduga.
Hidup itu sangat singkat dalam kerapuhan.
Orang percaya dipanggil menjadi anak terang (ayat 4-8).
Kita harus hidup dalam pimpinan-Nya dan selalu siap siaga, berjaga-jaga, sadar, memakai perlengkapan rohani.
Kita harus waspada secara rohani, jangan tidur (lengah/berbuat dosa). Melekat pada Kristus, agar hati nurani kita peka dan kokoh iman.
Inti Pengharapan Orang Percaya (ayat 9-10).
Di ayat 10 pasangan kata grēgorōmen (hidup/berjaga) dan katheudōmen (mati/tidur) merujuk kembali ke pasal 4:13-14, di mana orang percaya yang meninggal disebut sedang "tidur" (κοιμάω - koimaō).
Dalam konteks ini berarti "kita yang sudah meninggal secara fisik" maupun secara harfiah “kita tidur” dalam istirahat sehari-hari, tidak ada pertentangan untuk "berjaga-jaga" sebab kita tetap hidup.
Status keselamatan kita tidak bergantung pada apakah kita masih hidup di bumi (terjaga) atau sudah mati (tidur) saat Hari Tuhan tiba.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Alkitab-gertger.jpg)