Rabu, 27 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen Malam 1 Timotius 1: 12-17, Protyposis

Roh Kudus mewahyukan bahwa pertobatan Paulus menjadi salah satu cetak biru bagi kita umat beriman Perjanjian Baru

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alpen Martinus
Tribun Manado/Alpen Martinus
ALKITAB: Foto ayat Alkitab. Renungan harian Kristen 

Ringkasan Berita:1.Berikut renungan harian Krisyen berjudul Protyposis.

‎2.Firman Tuhan dalam 1 Timotius 1: 12-17

3.Pemimpin pabrik kain cetak marah besar pada tim produksi, sebab ia salah mengambil blue print yang sudah disepakati.

TRIBUNMANADO.CO.ID- Renungan harian membatu kita memahami kehendak Tuhan dalam kehiupan.

Semua kehendak Tuhan tercatat dalam Alkitab.

Berikut renungan harian Krisyen berjudul Protyposis.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Malam Matius 11:28–29, Saat Letih dan Berbeban?

Ditulis oleh RM Wahju Djatikoesoemo, S.Pd dalam moment of inspiration LPMI.

Firman Tuhan dalam 1 Timotius 1: 12-17

"Tetapi justru karena itu aku dikasihani, supaya dalam diriku sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal." (I Timotius 1:16)

Pemimpin pabrik kain cetak marah besar pada tim produksi, sebab ia salah mengambil blue print yang sudah disepakati.

Akhirnya perusahaan rugi besar sekali.

Pola cetak atau blueprint merupakan hal yang sangat penting dalam proses pencetakan berjumlah besar.

Jika pola itu salah atau kurang presisi maka seluruh hasil cetak akan mengikuti kesalahan tersebut.

Dalam bacaan kita Paulus yang memposisikan diri sebagai orang berdosa yang paling berdosa lalu diampuni Allah dan bahkan diangkat menjadi rasul bungsu (ay 12).

Kata contoh dalam ayat ini adalah protyposis, artinya sketsa atau pola dasar.

Roh Kudus mewahyukan bahwa pertobatan Paulus menjadi salah satu cetak biru bagi kita umat beriman Perjanjian Baru yang bertobat menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Dalam konteks untuk menunjukkan seluruh kesabaran Kristus, Paulus memosisikan dirinya sebagai "eksperimen" atau bukti nyata bahwa tidak ada yang terlalu buruk untuk diselamatkan.

Ada anugerah radikal (ay 13-14), bahwa keselamatan bukan karena prestasi, tapi mutlak belas kasihan Kristus, bahkan kepada yang paling tidak layak sekalipun (ay 15 bdk 1 Kor 15: 9).

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved