Kamis, 7 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Malam 1 Yohanes 2:22-23, Pendusta Adalah Antikristus

Dusta sering kita lakukan untuk menyenangkan diri, mengamankan diri, menguntungkan diri, menyembunyikan diri atau alasan-alasan lain.

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alpen Martinus
Tribun Manado/Alpen Martinus
RENUNGAN: Foto Alkitab. Renungan harian Kristen 1 Yohanes 2:22-23 

Ringkasan Berita:1. Berikut renungan harian Kristen berjudul Pendusta Adalah Antikristus.

2. Bacaan Alkitab dalam 1 Yohanes 2:22-23.
3. Dusta sering kita lakukan untuk menyenangkan diri, mengamankan diri, menguntungkan diri, menyembunyikan diri atau alasan-alasan lain.

TRIBUNMANADO.CO.ID- Membaca dan merenungkan Firman Tuhan tiap hari, membuat kita menemukan tujuan hidup.

Sebab Alkitab berisi petunjuk kehidupan dan teladan Yesus Kristus.

Berikut renungan harian Kristen berjudul Pendusta Adalah Antikristus.

Baca juga: Renungan Malam Mazmur 55:23, Menyerahkan Kuatir dan Hidup dalam Pemeliharaan Tuhan

Bacaan Alkitab dalam 1 Yohanes 2:22-23.

Rasanya, tidak ada manusia yang tidak pernah berdusta. Bahkan jangan-jangan kita baru saja berdusta, atau sedang berdusta.

Atau mungkin sedang merencanakan dusta, entah kepada keluarga, teman, atasan, bawahan atau kepada orang-orang yang sangat kita kasihi. 

Dusta sering kita lakukan untuk menyenangkan diri, mengamankan diri, menguntungkan diri, menyembunyikan diri atau alasan-alasan lain.

Mari kita hitung sambil berintrospeksi diri.

Berapa kali kita berdusta setiap hari? Apakah setiap hari hanya 1 kali saja kita berdusta. 

Jika sehari hanya sekali saja kita berdusta, itu artinya tiap hari kita berdusta. 

Dan jika 2 kali atau lebih kita berdusta dalam sehari, itu berarti dusta sudah menjadi kebiasaan bahkan karakter kita. 

Maka label yang tepat bagi kita adalah "pendusta," karena melakukannya berulang-ulang setiap hari. 

Kita menganggap hanya dusta kecil saja, sehingga kita membiasakannya. 

Padahal dusta kecil yang dilakukan berulang-ulang, menjadikan kita sebagai "tukang dusta" atau pendusta. 

Orang boleh saja tidak tahu dusta kita.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved