Senin, 20 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Pagi Mikha 3: 1-12, Situasi dan Harapan?

Berikut rekomendasi renungan harian Kristen berjudul situasi dan harapan? Firman Tuhan dalam Mikha 3: 1-12.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alpen Martinus
Frandi Piring/TribunManado.co.id
RENUNGAN - Potret ornamen Salib Yesus kolom 19 menarik perhatian pengunjung Festival Paskah 2025 Jemaat GMIM Bethesda Tumaratas di Desa Tumaratas, Langowan Barat, Minahasa, Sulawesi Utara pada Sabtu (26/4/2025). Renungan harian Kristen 

Ringkasan Berita:1. Berikut rekomendasi renungan harian Kristen berjudul situasi dan harapan?
 
2. Firman Tuhan dalam Mikha 3: 1-12.
 
3. Situasi sulit tanpa harapan dapat kita lewati dengan mata iman tertuju pada kasih dan otoritas-Nya.

TRIBUNMANADO.CO.ID- Pagi hari sangat cocok untuk membaca dan merenungkan Firman Tuhan.

Sebagai pedoman untuk menjalani hari.

Berikut rekomendasi renungan harian Kristen berjudul situasi dan harapan?

Baca juga: Renungan Harian Kristen Lukas 19: 45-48, Terpikat

Ditulis oleh RM Wahju Djatikoesoemo, S.Pd dalam moment of inspiration.

Firman Tuhan dalam Mikha 3: 1-12.

Para kepalanya memutuskan hukum karena suap, dan para imamnya memberi pengajaran karena bayaran, para nabinya menenung karena uang, padahal mereka bersandar kepada TUHAN dengan berkata: "Bukankah TUHAN ada di tengah-tengah kita! Tidak akan datang malapetaka menimpa kita! " (Mikha 3: 11)

Kudeta berdarah di Nepal adalah puncak frustasi yang berujung pemberontakan fisik, pelecehan dan perusakan.

Keputusasaan rakyat ditambah kebencian atas gaya hedonis para penguasa menimbulkan amarah yang luar biasa.

Rakyat melampiaskan kemarahan pada layanan publik dan para pejabat, menuntut terjadinya revolusi negara.

Situasi jaman nabi Mikha benar-benar mengerikan.

Semua pemegang otoritas kebangsaan Israel hidupnya tidak kompeten dan memberontak pada TUHAN.

Para kepala (baik satuan dari 50-100-1000 ataupun kepala puak dan suku) memimpin dengan korup, para imam mengajar karena upah, demikian pula nabi bernubuat karena uang.

Jika kita bayangkan menjadi rakyat saat itu, tentu mereka seperti rakyat Nepal, frustasi untuk mencari harapan hidup yang layak.

Semua pemimpin bertindak lalim, lalu apakah Tuhan kurang cara untuk menolong bangsa Israel?

Apakah Tuhan tega dengan bangsa pilihan-Nya sendiri?

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved