Renungan Harian Kristen
Renungan Malam 2 Korintus 11: 30-33, Terbaik dan Tersingkir?
Saat integritas dan kapabilitas tetap terjaga, ada berjuta jalan Tuhan untuk menolong dan memberkati kita
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alpen Martinus
Ringkasan Berita:1. Berikut renungan harian Kristen berjudul terbaik dan tersingkir?2. Firman Tuhan dalam 2 Korintus 11: 30-33.3. Saat integritas dan kapabilitas tetap terjaga, ada berjuta jalan Tuhan untuk menolong dan memberkati kita.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Merenungkan Firman Tuhan adalah proses pembelajaran kita terhadap kehendak Tuhan.
Sehingga kita dianjurkan melakukannya setiap hari.
Membaca sekaligus merenungkan Firman Tuhan.
Baca juga: Renungan Malam Lukas 10: 38-42, Pause
Berikut renungan harian Kristen berjudul terbaik dan tersingkir?
Ditulis oleh RM Wahju Djatikoesoemo, S.Pd. dalam moment of inspiration LPMI.
Firman Tuhan dalam 2 Korintus 11: 30-33.
Allah, yaitu Bapa dari Yesus, Tuhan kita, yang terpuji sampai selama-lamanya, tahu, bahwa aku tidak berdusta. (2 Korintus 11: 31)
Alm Letjend TB Silalahi, perwira TNI AD dengan prestasi selalu “terbaik” sejak Kursus Danki tahun 1965, Lemhanas 1983 hampir resign saat stag 4 tahun di pangkat Kolonel “tidak terpakai.”
Tapi hari itu juga semuanya berubah! Tugas besar tiba, menjadi jenderal, lalu dosen Sesko AD, AL, AU, SeskoGab TNI, Sespimti Polri dan Lemhanas, Ketua Wantimpres, dll.
Selain Komisaris di banyak perusahaan, pengelola yayasan pendidikan unggulan Soposurung, bahkan Ketua Dewan Kehormatan Yayasan Pondok Pesantren Tradisional Indonesia.
Konsistensi integritasnya teruji dan saat menjabat MenPAN beliau menjadi Keynote Speaker Explo Nasional LPMI di Bogor.
Berhadapan dengan Raja Aretas, Paulus terjepit, hampir terbunuh, dan tanpa harapan.
Dengan hikmat Tuhan dia lolos ketika dimasukkan keranjang, lalu di oper keluar tembok kota seperti sampah.
Catatan penting sebelum narasi keranjang adalah “Yesus tahu,…bahwa aku tidak berdusta” (Yun: Pseudomai -berbohong, berdusta, hidup dalam kepalsuan).
ni adalah ungkapan penting Paulus menyangkut integritas pribadinya dalam pelayanan (moral, teologis, keuangan) saat melalui pelbagai aniaya, oposisi dan represi penguasa.
Paulus hidup dalam integritas yang prima sampai akhir pelayanannya.
Ia dibunuh oleh penguasa bukan karena dusta, namun karena kebenaran yang diyakini, dihidupi, dan diwartakannya.
Meyakini kebenaran iman adalah hal penting dalam karier.
Namun menghidupi kebenaran dan mewartakannya (termasuk kabar kesukaan dalam Kristus) itu pasti berrisiko.
Diacuhkan, dipinggirkan, bahkan disingkirkan bukanlah hal yang mustahil.
Memang Tuhan bisa memberikan banyak dinamika dalam proses hidup beriman.
Tidak setiap orang dikaruniai sebagai martir, namun menderita karena Nama Yesus dan kebenaran adalah keniscayaan yang harus kita terima dengan syukur.
Jangan takut jika dalam karier stagnan sementara.
Saat integritas dan kapabilitas tetap terjaga, ada berjuta jalan Tuhan untuk menolong dan memberkati kita.
Inspirasi: Dalam karier harus dijalani dengan kesabaran, menjaga integritas dan memberikan yang terbaik bagi kemuliaan nama-Nya.
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Youtube Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
| Renungan Harian Kristen Markus 14:12-21, Teguran Kasih |
|
|---|
| Renungan Sabtu Markus 14:1-2 dan Yohanes 13:1-30, Belajar dari Yudas Iskariot |
|
|---|
| Renungan Pagi Markus 14:3-9 dan Yohanes 12:1-8, Minyak Narwastu |
|
|---|
| Renungan Malam Rut 1:14-16, Keputusan Penting |
|
|---|
| Renungan Harian Kristen Ibrani 1:10-12, Tuhan Pencipta yang Tak Pernah Berubah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Salib-fghyjyryj.jpg)