Sabtu, 23 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Malam Lukas 10: 38-42, Pause

Berikut renungan harian Kristen berjudul pause. Firman Tuhan dalam Lukas 10: 38-42.

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alpen Martinus
Tribun Manado/Alpen Martinus
RENUNGAN: Gambar Salib, Renungan harian Kristen Lukas 10: 38-42. 

Ringkasan Berita:1. Berikut renungan harian Kristen berjudul pause.
 
2. Karena super padat sampai waktu berdoa dan membaca Alkitab amburadul.
 
3. Perlunya “pause” dari berbagai kesibukan agar bisa mendengarkan arahan Tuhan.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Membaca dan merenungkan Firman Tuhan setiap hari sangat baik untuk tubuh rohani kita.

Karena Alkitab berisi tentang petunjuk kehidupan yang bersumber dari Tuhan langsung.

Berikut renungan harian Kristen berjudul pause.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Lukas 19: 45-48, Terpikat

Ditulis oleh Rini Djatikoesoemo dalam moment of inspiration LPMI.

Firman Tuhan dalam Lukas 10: 38-42.

“Tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.” (Lukas 10: 42)

Pelayan Tuhan yang aktif di sana-sini, sangat sibuk, mempersiapkan kotbah, kunjungan, meeting, memimpin kelompok kecil, menolong anak-anak belajar, dan lainnya. 

Karena super padat sampai waktu berdoa dan membaca Alkitab amburadul.

Akhirnya ketika ada sedikit masalah langsung naik darah dan emosional.

Perlunya “pause” dari berbagai kesibukan agar bisa mendengarkan arahan Tuhan.

Injil Lukas menekankan kerajaan Allah secara inklusif (relasi personal dengan Tuhan Yesus sebagai prioritas, mendengarkan dan melakukan firman-Nya).

Kita tidak boleh membandingkan siapa yang lebih baik antara Marta dan Maria, tapi kita belajar pada Maria yang lebih tepat memilih prioritas dalam hidupnya.

Tuhan Yesus tidak menegur Maria, bahkan membelanya.

Latar belakang sosial budaya Yahudi, Marta menjalankan peran tradisional perempuan, yaitu menerima dan melayani tamu.

Sedangkan Maria (anak sulung) melanggar norma sosial dengan duduk di kaki Yesus (itu posisi murid laki-laki mendengarkan pengajaran rabbi).

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved