Senin, 20 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen Lukas 19: 45-48, Terpikat

Rakyat mendengarkan Yesus bukan sekadar menikmati khotbah, namun menggantungkan harapan hidup pada Firman-Nya.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alpen Martinus
Frandi Piring/TribunManado.co.id
RENUNGAN - Potret ornamen Lampion dan Salib Yesus di lokasi Festival Lampion Paskah 2025 Jemaat GMIM Bethesda Tumaratas di Desa Tumaratas, Langowan Barat, Minahasa, Sulawesi Utara, Sabtu (26/4/2025) malam. Renungan harian Kristen Lukas 19: 45-48. 

Ringkasan Berita:1. Berikut renungan harian Kristen berjudul terpikat.
 
2. Firman Tuhan dalam Lukas 19: 45-48.
 
3. Rakyat mendengarkan Yesus bukan sekadar menikmati khotbah, namun menggantungkan harapan hidup pada Firman-Nya.

TRIBUNMANADO.CO.ID- Alkitab adalah petunjuk kehidupan bagi umat Kristen.

Berisi semua perbuatan Tuhan, mulai penciptaan hingga akhir dunia.

Itu sebabnya kita wajib membaca dan merenungkan Firman Tuhan agar kita mengetahui kehendak Tuhan.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Yeremia 17:7 Kekuatan dari Kepercayaan kepada Tuhan

Berikut renungan harian Kristen berjudul terpikat.

Ditulis oleh Rini Djatikoesoemo dalam moment of inspiration LPMI.

Firman Tuhan dalam Lukas 19: 45-48.

“… sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia.” (Lukas 19: 48)

Ketika anak-anak sedang bermain di pinggir sungai, tiba-tiba hujan deras dan tanggul jebol, mereka berlari mencari tempat yang aman.

Ada seorang anak tertinggal, terpeleset… ia mencari sesuatu yang bisa menahan tubuhnya dan satu-satunya saat itu hanya akar pohon yang kuat untuk bergantung agar tidak hanyut oleh air yang datang makin besar.

Begitulah kita hanya berharap pada Sang Khalik yang sanggup menolong saat badai kehidupan menerjang.

Ketika Tuhan Yesus baru saja masuk Yerusalem ( Lukas 19: 28-44).

Ia menyucikan bait Allah (ayat 45-46).

Tindakan tersebut mengguncang otoritas agama para imam kepala dan ahli Taurat ingin membunuh-Nya.

Namun mereka terlambat sebab rakyat sudah terpikat.

Sangat menegangkan, pemimpin agama takut kehilangan kuasa dari rakyat yang haus kebenaran.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved