Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Malam Kristen 2 Korintus 9:6–15, Memberi Secara Proporsional

Mari berdoa mohon hikmat-Nya agar dimampukan memberi seturut kehendak-Nya secara proporsional

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alpen Martinus
Tribun Manado/Alpen Martinus
RENUNGAN: Foto salib. Renungan Kristen Malam 

Ringkasan Berita:1.Berikut renungan malam Kristen berjudul memberi secara proporsional.

2.Firman Tuhan dalam 2 Korintus 9:6–15.

3.Sering kali memberi hanya secara spontan tanpa perencanaan, hanya saat tergerak emosi, atau bahkan sekadar kewajiban. 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Merenungkan Firman Tuhan sebelum tidur merupakan waktu yang tepat.

Saat pikiran kembali menjadi tenang.

Berikut renungan malam Kristen berjudul memberi secara proporsional.

Baca juga: Santapan Rohani 1 Tesalonika 5:1-11, Siap Siaga

Ditulis oleh Rini Djatikoesoemo dalam moment of inspiration.

Firman Tuhan dalam 2 Korintus 9:6–15.

“… pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah.” (2 Korintus 9: 12)

Seorang dokter profesional selalu peduli, kompeten, tahu kebutuhan pasien, dan memberikan solusi yang tepat. 

Demikian juga memberi secara profesional berarti tahu kebutuhan yang nyata, memberi dengan strategi, memastikan dampaknya berkelanjutan, “memberi kail” bukan hanya “memberi ikannya”. 

Seorang janda tua yang hidup sederhana sangat murah hati merelakan rumah kecil dan hasil kebunnya untuk para calon Pendeta yang melayani di kampungnya. 

Meski awalnya janda tersebut menolak Kristus, tapi kemurahan hati membawanya bertemu dengan Sang Juru Selamat bahkan akhirnya seluruh keluarga ikut Tuhan. 

Pemberian janda tersebut sangat proporsional dan menjadi berkat, hidup penuh syukur dan berkelimpahan.

Surat 2 Korintus ditullis oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus. Dalam pasal 8–9, Paulus sedang mendorong jemaat untuk ambil bagian dalam pengumpulan dana bagi jemaat di Yerusalem yang sedang mengalami kekurangan. 

Ini bukan sekadar soal uang, tetapi wujud kesatuan tubuh Kristus. Latihan kemurahan hati dan tanggung jawab adalah bukti iman yang nyata, bukan hanya kata-kata. 

Paulus mengajarkan bahwa memberi harus dilakukan dengan sukacita (ay. 7), dengan iman (ay. 8), dan dengan tujuan ilahi (ay. 11–12). 

Di zaman sekarang, kata “profesional” sering dikaitkan dengan dunia kerja: terstruktur, bertanggung jawab, terukur, dan berdampak. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved