Sabtu, 11 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen Yesaya 1:10-20, Topeng

Berikut rekomendasi renungan harian kristen berjudul topeng. Firman Tuhan dalam Yesaya 1:10-20.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alpen Martinus
Mahasiswa Magang Unima/Juita Onibala
RENUNGAN: Ayat Alkitab. Renungan harian Kristen 

Ringkasan Berita:1. Berikut rekomendasi renungan harian kristen berjudul topeng.
 
2. Firman Tuhan dalam Yesaya 1:10-20.
 
3. Berkali-kali Allah dalam Firman-Nya mengatakan bahwa Ia tidak menginginkan persembahan kita ketika dilakukan sebagai kegiatan ritual saja.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan harian Kristen kali ini berjudul topeng.

Memang banyak kemunafikan di dalam dunian ini.

dan Alkitab adalah filter untuk kita mengetahui soal kebenaran.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Yeremia 18:16-17, Jangan Tinggalkan Tuhan

Berikut rekomendasi renungan harian kristen berjudul topeng.

Ditulis oleh Reva Rossana dalam moment of inspiration LPMI.

Firman Tuhan dalam Yesaya 1:10-20.

“Jangan lagi membawa persembahan yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku..” Yesaya 1:13a

Topeng merupakan karya seni yang memiliki keunikan tersendiri.

Indonesia kaya dengan budaya dimana topeng digunakan sebagai media untuk menggambarkan sosok dengan kepribadian tertentu.

Sayangnya sebagai orang Kristen kadang-kadang kita memakai ‘topeng’ tertentu agar karakter kita yang sebenarnya tidak terlihat oleh orang lain, atau kadang-kadang kita tidak membiarkan orang lain mengenal diri kita, takut kalau mereka menemukan sesuatu yang mereka tidak sukai.

Biasanya hanya orang-orang yang dekat dengan kitalah yang mengenal betul siapa diri kita yang sebenarnya sehingga kita tidak perlu memakai topeng untuk menutupi kekurangan/kelemahan kita.

Sebenarnya ada seorang pribadi yang mengenal betul siapa kita sebenarnya. Ia bahkan mengetahui sejak kita masih bakal anak (Mazmur 139:16).

Ia mengasihi apapun kondisi dan keadaan kita.

Ia juga mengetahui hati kita.

Kita tidak dapat menipu Allah dengan melakukan kegiatan/aktivitas yang terlihat ‘rohani’ menurut penilaian orang lain: pergi ke gereja, memberikan persembahan bahkan melakukan pelayanan sekalipun.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved