Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen 2 Korintus 6:1-10, Menyikapi Kesukaran

Namun Tuhan akan menuntun kita bagaimana menyikapi situasi dan keadaan di sekitar kita.

Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
Mahasiswa Magang Unima/Juita Onibala
RENUNGAN: Ayat Alkitab, Renungan Harian Kristen 2 Korintus 6:1-10, Menyikapi Kesukaran 

Ringkasan Berita:1. Berikut rekomendasi renungan harian Kristen berjudul menyikapi kesukaran.
 
2. Firman Tuhan diambil dalam 2 Korintus 6:1-10
 
3. Namun dia bersyukur oleh karena belas kasihan Tuhan, ia sudah terlepas dari jerat dosa (mengikuti hawa nafsunya) itu (cf. Gal. 1:13; 1 Tim 1:13).

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sikap hati kita menentukan apa yang akan kita perbiat.

Namun Tuhan akan menuntun kita bagaimana menyikapi situasi dan keadaan di sekitar kita.

Berikut rekomendasi renungan harian Kristen berjudul menyikapi kesukaran.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Amsal 27:1-6, Menyikapi Pujian

Firman Tuhan diambil dalam 2 Korintus 6:1-10

“Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran..” (2 Kor. 6:4)

Pernah ada seorang pemuda, anak petani, memanjat pohon kelapa yang cukup tinggi, tanpa kendali, menyabet tulang keringnya, dengan parang kelapa yang sangat tajam itu.

Darah pun mengalir deras, ia menjerit kesakitan, sembari menuruni pohon kelapa itu.

Setibanya di bawah, dia langsung melangkah dengan timpang menuju Balai Pengobatan desa sejauh ratusan meter.

Di sana ia harus dijahit oleh perawat, tanpa dibius, karena keterbatasan sarana itu.

Teriakannya pun sampai terdengar ratusan meter, tiap kali jarum menusuk kulit tulang keringnya itu.

Perawat itu berkata, “Tahan ya! “Tahan ya!” Bayangkan, dalam keadaan merintih, dia harus mendengar kata-kata sang perawat yang dikenal temperamental, yang sebenarnya sukar diterima itu.

Dalam suatu pertemuan Latihan Staf Nasional, seorang pembicara memulai dengan bertanya, “Di dunia ini apa yang paling sukar?”

Sontak semua terdiam dan berpikir sejenak, namun tak seorangpun bisa menjawab, sampai ia memberitahu sendiri jawabannya, bahwa yang paling sukar adalah kesukaran.

Ya, itu faktual, di mana hidup ini berjalan seiring dengan kesukaran.

Beberapa istilah dalam bahasa Inggris, seperti trouble, circumstances, difficulties, hardship atau adversity, banyak disebut secara silih berganti dalam Alkitab, semua merujuk pada apa yang disebut kesukaran.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved