Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen Amsal 27:1-6, Menyikapi Pujian

Dalam konteks pelayanan tim, pujian adalah salah satu yang sering diterapkan, terutama bagi mereka yang sedang menunjukkan progress yang signifikan

Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
Tribun Manado/Alpen Martinus
RENUNGAN: Gambar Salib. Renungan harian Kristen Amsal 27:1-6 

Ringkasan Berita:1. Mari belajar bagaimana menyikapi pujian.
2. Firman Tuhan diambil dalam Amsal 27:1-6.
3.  Jadi kalau saudara mengasihi saya, tolong jangan puji saya.

TRIBUNMANADO.CO.ID- Terkadang kita mendapatkan pujian dari teman, atasan, atau siapa saja.

Namun kebanyakan pujian membuat kita besar kepala dan membanggakan diri.

Mari belajar bagaimana menyikapi pujian.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Bilangan 1:20-31, Silsilah Lengkap dan Catatan Akurat

Renungan haria Kristen yang ditulis oleh Boy Borang di buku moment of inspiration LPMI.

Firman Tuhan diambil dalam Amsal 27:1-6.

“Biarlah orang lain memuji engkau dan bukan mulutmu, orang yang tidak kau kenal dan bukan bibirmu sendiri.” Amsal 27:2

Seorang pengkhotbah terkenal pernah berkata, “Tolong jangan puji saya.

Jika anda memuji saya, berarti anda tidak mengasihi saya.

Kamu kan tahu, saya pasti senang kalau dipuji.

Tetapi akibatnya saya jadi sombong, menganggap diri hebat.

 Jadi kalau saudara mengasihi saya, tolong jangan puji saya.

”Ini sikap yang unik, bukan? Karena biasanya orang senang dipuji.

Di sini, pengamsal, mungkin juga raja Salomo (25:1), menunjukkan suatu sikap yang terpuji, bahwa biarlah orang memuji kita, tetapi jangan diri sendiri.

Kalau pujian itu tulus (objektif), tentu saja itu tidak masalah.

Tetapi sebagai seorang manusia biasa, dia tentu sadar dan waspada, karena di sana ada potensi godaan kesombongan.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved