Minggu, 26 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen 1 Samuel 16:6-14, Menyikapi Keberhasilan

Sebagai seorang pemimpin Kristen, tentu faktor relasi rohaninya dengan Tuhan lebih dominan.

Editor: Alpen Martinus
Tribun Manado/Alpen Martinus
RENUNGAN: Gambar Salib, Renungan harian Kristen 

Hubungannya yang benar dengan Allah, sangat mempengaruhi sikapnya terhadap keberhasilannya.

Jarang terdengar bahwa Daud bersikap jemawa dengan prestasinya, baik dengan kata-kata maupun perilakunya.

Ia dapat dinilai berhasil oleh orang lain, tetapi itu tak pernah keluar dari mulutnya sendiri.

Bagi orang lain, keberhasilannya mengalahkan Goliat adalah satu capaian yang spektakuler (menakjubkan).

Tapi tidak ada catatan, bahwa Daud menari-nari dan meloncat sambil bersorak kemenangan.

Kecuali para penari yang bernyanyi berbalasan, membandingkan capaian Saul yang hanya beribu-ribu musuh, sementara Daud berlaksa-laksa (puluhan ribu).

Daud tidak bereuforia atas kemenangannya, karena dia tahu, Tuhanlah yang berperang melalui dia (Kel.14:14).

Ia maju atas nama Allah segala barisan Israel itu (ay.45-46). Dia juga tidak menulis mazmur tentang kelebihan dirinya.

Tak ada ruang baginya untuk mengagungkan keberhasilan pribadinya, kecuali Allah yang empunya segala kemuliaan itu.

Seperti formulasi prinsip Paulus, “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” (Roma 11:36).

Bagaimana sikap kita ketika orang mengakui keberhasilan kita?

Mungkin kita berkata, “Bukan saya, tetapi Tuhan sendiri, yang memakai saya sebagai saluran berkat-Nya.”

Tapi bagaimana kalau kita melihat keberhasilan seseorang?

Apakah kita turut bersyukur, memberi apresiasi, dan tidak iri hati?

Kalau hati kita benar, kita akan bersikap seperti itu.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved