Breaking News
Selasa, 2 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen Efesus 4:17-32, Haruskah Kita Mengampuni?

Saat kita memilih memaafkan, kita sedang menolak membiarkan kebencian berakar dan meracuni jiwa.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
istimewa
RENUNGAN: Ilustrasi salib, Renungan Harian Kristen Efesus 4:17-32 

Ringkasan Berita:1.Berikut rekomendasi renungan harian Kristen pagi berjudul haruskah kita mengampuni?.
 
2.Firman Tuhan diambil dari Efesus 4:17-32
 
3.Saat kita memilih memaafkan, kita sedang menolak membiarkan kebencian berakar dan meracuni jiwa.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Merenungkan Firman Tuhan stelah membacanya sangat diperlukan untuk mengetahui kehendak Tuhan dalam hidup kita.

Merenungkan Firman Tuhan pagi hari sangat membantu untuk menjalani keseharian.

Berikut rekomendasi renungan harian Kristen pagi berjudul haruskah kita mengampuni?.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Markus 11:20-26, Kuasa Perkataan dan Iman

Renungan diambil dari moment of inspiration LPMI oleh Yunus Siang.

Firman Tuhan diambil dari Efesus 4:17-32

“Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.” (Efesus 4:32)

Corrie ten Boom, seorang wanita asal Belanda, pernah dipenjara di kamp Nazi karena menolong orang Yahudi.

Dalam penderitaan itu, ia kehilangan saudara dan merasakan pahitnya kebencian.

Bertahun-tahun kemudian, ia bertemu kembali dengan mantan penjaga penjaranya yang meminta maaf.

Dengan gemetar, Corrie memilih mengampuni. Ia berkata, “Saya tak bisa menjelaskan bagaimana, tetapi kasih Allah lebih kuat dari kebencian.

” Pengampunan itu menjadi kesaksian hidup yang menggetarkan dunia.

Ada luka yang begitu dalam, hingga tak bisa dijelaskan dengan kata.

Kadang air mata menjadi satu-satunya bahasa dari hati yang terluka. 

Namun di tengah sunyi itu, suara Tuhan menembus hati: “Maafkanlah.”

Pengampunan bukan tanda kelemahan, tetapi bukti kekuatan rohani.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved