Senin, 1 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen Lukas 18:18-27, Banyak Harta Salahkah?

Yesus mengungkapkan hal ini setelah selesai berbicara dengan seorang pemimpin kaya.

Tayang:
Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
Meta AI
ALKITAB: Ilustrasi Alkitab. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan harian Kristen kali ini berjudul banyak harta salahkah?

Bacaan Alkitab diambil dalam Lukas 18:18-27 

Lubang jarum adalah sebuah nama pintu gerbang yang sangat kecil di Yerusalem.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Lukas 6:37b, Anugerah Keselamatan

Hanya seekor unta yang bisa lewat, itu pun tanpa muatan.

 Jika seseorang ingin masuk melalui pintu ini, ia harus melepaskan semua barang bawaannya agar dapat masuk ke dalam.

Yesus menyatakan, "Alangkah sukarnya orang yang memiliki banyak harta masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Dalam Kekristenan, Kerajaan Allah adalah konsep sentral yang sering diartikan sebagai masa, tempat, atau kondisi di mana Allah berkuasa sebagai Raja, atau terpenuhinya kehendak Allah di bumi. Konsep ini adalah tema utama dalam ajaran Yesus, terutama dalam tiga Injil pertama.

Sebab, lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah" (24-25).

Yesus mengungkapkan hal ini setelah selesai berbicara dengan seorang pemimpin kaya.

Pemimpin itu bertanya kepada Yesus bagaimana beroleh hidup kekal (18) karena pada masa mudanya dia sudah melakukan perintah-perintah Allah (21).

Kata Yesus, "Tinggal satu kekuranganmu: Juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan memiliki harta di surga, kemudian datanglah kemari dan ikutlah Aku" (22).

Mendengar perkataan Yesus ini, pemimpin itu amat sedih, sepertinya ia tidak siap menjual apa yang dimilikinya. Mungkin dia sangat berjerih payah mengumpulkan hartanya sehingga sulit berbagi.

Untuk sebagian orang, kaya adalah ukuran kesuksesan. Tidak kaya, berarti tidak sukses.

Orang yang tidak kaya dianggap orang rendahan sehingga banyak orang mengejar kekayaan demi gengsi dan harga diri.

Lebih parah, kekayaan menjadi tuan sehingga orang bergantung pada kekayaan, bukan pada Tuhan.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved