Pipres AS
Harris Hapus Keunggulan Trump: Unggul 4 Poin
Wakil Presiden Kamala Harris telah menghapus keunggulan mantan Presiden Donald Trump saat perebutan Gedung Putih memasuki 90 hari terakhir.
TRIBUNMANADO.CO.ID, Washington DC - Wakil Presiden Kamala Harris telah menghapus keunggulan mantan Presiden Donald Trump saat perebutan Gedung Putih memasuki 90 hari terakhir.
Survei terbaru NPR/PBS News/Marist yang dirilis hari Rabu 7 Agustus 2024, menunjukkan perubahan 4 poin dalam perlombaan sejak bulan lalu ketika Trump unggul 1 poin atas Harris.
Harris, yang mengumumkan Gubernur Minnesota Tim Walz sebagai calon wakil presidennya pada hari Selasa, unggul 51 - 48 persen atas Trump dalam pertarungan head to head.
Sampel pemilih terdaftar mencakup pemilih yang belum menentukan pilihan, tetapi condong ke kandidat tertentu.
Hanya 2 persen dari 1.513 pemilih terdaftar dalam jajak pendapat tersebut yang belum menentukan pilihan.
Survei yang dilakukan antara 1 - 4 Agustus itu memiliki margin kesalahan sebesar 3,4 persen, yang membuat persaingan ini secara statistik imbang.
John L Micek dari masslive.com melaporkan, temuan ini menunjukkan perubahan signifikan dalam dukungan publik terhadap Harris yang secara resmi mengamankan nominasi presiden Demokrat pada hari Senin.
Survei Universitas Massachusetts Amherst yang dilakukan antara 29 Juli dan 1 Agustus menunjukkan perubahan 7 poin dalam pemilihan presiden sejak jajak pendapat terakhir dilakukan pada bulan Januari.
Harris juga mengungguli Trump dengan perolehan 53 -39 persen di New York, basis utama Demokrat, dalam jajak pendapat Siena College Research Institute yang dirilis Rabu, Politico melaporkan.
Survei Marist yang baru, Harris, dari California, telah meraih suara di antara pemilih independen, pemilih kulit hitam, pemilih kulit putih dengan gelar sarjana, perempuan dan pemilih berusia 35 tahun atau lebih.
Harris mempertahankan keunggulannya di antara kandidat meliputi Robert F Kennedy Jr, Jill Stein, Cornel West, dan Chase Oliver, kata peneliti.
Survei terbaru menunjukkan Harris unggul 53 - 44 persen atas Trump, dengan 3 persen pemilih independen belum menentukan pilihan.
Terlepas dari siapa yang mereka dukung, pemilih terdaftar terbagi (48 persen berbanding 48 persen) dalam menentukan siapa yang mereka yakini akan memenangkan pemilihan presiden.
Trump sebelumnya memiliki keunggulan 20 poin persentase atas Biden dalam pertanyaan ini. Lima puluh dua persen responden independen saat ini yakin Harris akan menang pada bulan November. (Tribun)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/040824-trump-harris-1.jpg)