Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilpres AS

Debat Pilpres AS, Tim Kampanye Harris: Trump Takut

Partai Demokrat mengubah konstelasi, memasukkan Kamala Harris sebagai pengganti Biden. Kandidat dari Partai Republik Donald Trump protes.

Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Kamala Harris dan Donald Trump. Partai Demokrat mengubah konstelasi, memasukkan Harris sebagai pengganti Biden. Kandidat dari Partai Republik Trump protes. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Washington DC — Debat calon presiden pasca pengunduran diri Joe Biden belum dapat dipastikan berlangsung.

Partai Demokrat mengubah konstelasi, memasukkan Kamala Harris sebagai pengganti Biden.

Kandidat dari Partai Republik Donald Trump protes. Trump menarik kembali komitmennya sebelumnya untuk berdebat dengan Harris.

Dia mempertanyakan nilai dari sebuah pertemuan dan mengatakan bahwa ia "mungkin" akan berdebat tetapi ia juga dapat mengajukan alasan untuk tidak berdebat.

Tim kampanye Harris mengatakan bahwa Trump takut berdebat.

Michelle L Price dari AP menjelaskan, Trump dalam wawancara dengan Fox News Channel yang ditayangkan Senin malam, didesak beberapa kali tentang komitmennya untuk berdebat dengan Harris sebelum memberikan jawaban yang lebih samar.

Trump bersedia berdebat dengan Biden ketika menjadi calon. Namun setelah Biden keluar dari persaingan dan Harris bersiap menjadi calon presiden dari Demokrat, Trump mempertanyakan ketentuan debat awal yang disetujuinya dengan Biden.

Ia telah menyarankan agar debat pada 10 September di ABC News dipindahkan ke jaringan lain, dengan menyebut ABC sebagai "berita palsu".

Minggu lalu, dalam panggilan telepon dengan wartawan, Trump ditanya apakah ia akan berkomitmen untuk berdebat dengan Harris setidaknya satu kali. "Oh, ya, tentu saja. Saya ingin melakukannya, dan ia mengatakan ada kewajiban untuk berdebat," kata Trump.

Trump pernah melewatkan debat sebelumnya, termasuk semua debat utama presiden Partai Republik tahun 2024.

Awalnya ia tidak berpartisipasi setelah menyatakan waktunya terlalu dini dan kemudian mempertanyakan tempat debat lainnya sebelum akhirnya menegaskan bahwa ia tidak akan berpartisipasi dalam debat tersebut.

Juru bicara kampanye Harris, Ammar Moussa, menuduh Trump terus menghindari pertarungan dengan calon lawannya.

"Jelas dari tindakannya menghindari pertanyaan malam ini: Dia takut harus membela serangan aneh pasangannya terhadap wanita atau seruannya sendiri untuk mengakhiri pemilu di Amerika dalam debat melawan wakil presiden," kata Moussa. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved