Pilpres AS
Analisis Pandangan Trump - Vance soal Tiongkok dan Asia
Pandangan Donald Trump dan JD Vance tentang Tiongkok masih membingungkan.
TRIBUNMANADO.CO.ID, Washington DC - Pandangan Donald Trump dan JD Vance tentang Tiongkok masih membingungkan.
Pastinya karakter Trump akan menentukan model bagaimana partainya akan menangani Tiongkok.
Trump mengatakan potensi konflik sedang menghantui Asia dan China "sedang mengepung Taiwan".
Tetapi dia tidak memberikan indikasi tentang bagaimana pemerintahannya akan menanggapi setiap ancaman yang dirasakan.
Namun, ia kurang jujur dalam wawancara Bloomberg yang diterbitkan minggu ini, dengan mengatakan: "Taiwan berjarak 9.500 mil. Taiwan berjarak 68 mil dari China."
Nicole Johnston dari Sky News menjelaskan, Trump menyiratkan bahwa membela Taiwan mungkin tidak mungkin dilakukan.
Trump bersikap keras terhadap China atas dominasinya secara global dalam bidang manufaktur kendaraan listrik, dengan mengkritik negara tersebut karena membangun "pabrik besar" di Meksiko.
Ia bersikeras akan membawa produksi mobil kembali ke AS dan menaikkan tarif.
Ia dengan nada mengejek menjuluki COVID-19 sebagai "virus China".
Pemerintah Tiongkok menganggap kalimat seperti ini sangat menyinggung tetapi tidak mengejutkan.
Terkait Korea Utara, Trump mengatakan bahwa ia "akrab" dengan Pemimpin Tertingginya Kim Jong Un dengan mengatakan Kim Jong Un merindukannya.
Calon wakil presiden Trump, JD Vance, menegaskan dalam pidatonya bahwa pemerintahan Republik akan fokus pada Asia, bukan Eropa. Ia mengatakan bahwa China adalah "ancaman" terbesar bagi AS.
Para pemimpin Tiongkok tengah mencari tanda-tanda tentang apa arti kepresidenan Trump bagi kawasan tersebut. Gambarnya kacau dan membingungkan. (Tribun)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Donald-Trump-Pilih-JD-Vance-Jadi-Pasangannya-di-Pilpres-AS-2024.jpg)