Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Lifestyle

7 Pemanis Rendah Kalori untuk Penderita Diabetes

Pemanis ini biasanya ditemui pada produk makanan dan minuman berkadar gula rendah atau berlabel diet

Editor: Finneke Wolajan
net/gempackfoods.ie
Pemanis tak hanya dari gula. Ini sumber pemanis 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Makanan atau minuman manis memangharus dibatasi, apalagi pada mereka yang mengidap diabeter melitus.
Saat ini terdapat beragam pemanis pengganti gula yang rendah kalori, sebagai alternatif gula.
Gula rendah kalori memungkinkan penderita diabetes mengonsumsi asupan manis tanpa memengaruhi kadar gula darah mereka.
Produk gula ini juga bisa menjadi alternatif bagi orang yang ingin menjaga berat badannya.

 7 Manfaat Kunyit yang Diakui Dunia Barat, Bisa Mencegah dan Mengobati Berbagai Penyakit

 10 Cara Turunkan Berat Badan Tanpa Olahraga, dari Sauna Hingga Konsumsi Kacang-kacangan

 10 Manfaat Kopi Hitam Tanpa Gula dan Susu, Bersihkan Perut Hingga Antioksidan Bagi Tubuh

Pemanis ini biasanya ditemui pada produk makanan dan minuman berkadar gula rendah atau berlabel diet.

Walau begitu, tidak semua pemanis buatan itu aman untuk kadar gula darah.

Berikut adalah 7 jenis pemanis rendah kalori untuk penderita diabetes:

1. Stevia
Stevia adalah pemanis alami yang berasal dari tanaman Stevia rebaudiana.
Untuk membuatnya, produsen akan mengekstrak komponen kimia yang disebut steviol glycosides dari daun tanaman.

Hasil akhir yang memiliki kualitas tinggi akan menghasilkan rasa manis 300 kali melebihi gula meja (sukrosa).
Makanan dan minuman yang diberi pemanis ini jelas rendah kalori.

Walau begitu, stevia memberikan sedikit rasa pahit di lidah.
Karena itu beberapa produsen menambahkan gula dan bahan-bahan lain untuk menyimbangkan rasanya.
Kekurangan lain dari pemanis ini adalah harganya lebih mahal.

Menurut Food and Drug Administration (FDA), batas aman konsumsi stevia perhari adalah 4 miligram per kilogram berat badan.
Sebagai contoh, pada orang dengan bobot 60 kg maka masih aman jika mengonsumsi 9 bungkus kecil stevia setiap hari.

2. Tagatose
Ini merupakan bentuk dari fruktosa yang memiliki tingkat kemanisan 90 persen dibanding sukrosa ( gula pasir).
Beberapa jenis buah seperti apel, jeruk, dan nanas secara alami mengandung tagatose.
Produsen biasanya menggunakan tagatose pada makanan untuk pemanis rendah kalori, memberikan tekstur, dan menstabilkan.

Beberapa penelitian menunjukkan, tagatose berpotensi bagi pasien diabetes karena memiliki indeks glikemik rendah.
Ini berarti, makanan yang diberi tagatose tidak cepat menaikkan kadar gula darah.
 
Ilustrasi
Ilustrasi(Shutterstock)

3. Sukralose

Sukralose merupakan pemanis buatan yang dibuat dari sukrosa.

Rasa manisnya 600 kali dibanding gula meja namun kadar kalorinya sangat rendah.

Sukralose sangat sering dipakai dalam industri makanan, mulai dari permen karet hingga roti.

Pemanis alternatif ini juga stabil dalam panas, padahal pemanis lainnya akan berkurang rasanya pada suhu tinggi.

Namun, beberapa studi mengaitkan asupan gula buatan ini dengan peningkatan risiko tumor.

4. Aspartam

Pemanis buatan ini sudah dipakai sejak tahun 1980an.

Aspartam mampu menghasilkan rasa manis 200 kali dibanding gula.

Berbeda dengan sucralose, aspartame akan pecah pada suhu tinggi, sehingga mayoritas orang memakainya sebagai pemanis di meja yang ditambahkan langsung ke makanan.

5. Acesulfame potassium

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved