Info Kesehatan
Waspada, Ini Tanda dan Gejala Awal Stroke yang Bisa Dilihat dari Wajah, Cegah Sebelum Permanen
Gejala ini sering diabaikan karena terlihat sepele, padahal mengenalinya lebih cepat bisa menyelamatkan nyawa dan mencegah kelumpuhan permanen.
Ringkasan Berita:
- Gejala stroke sering terlihat dari perubahan pada wajah, seperti senyum miring, mulut mencong, atau salah satu sisi wajah yang turun. Tanda ini menunjukkan adanya gangguan aliran darah ke otak dan perlu segera diperiksa ke rumah sakit.
- Dokter menegaskan pentingnya penanganan dini dalam waktu kurang dari 4,5 jam sejak gejala muncul.
- Pencegahan dapat dilakukan dengan mengontrol faktor risiko seperti hipertensi, obesitas, diabetes, kolesterol tinggi, merokok, serta kurang aktivitas fisik.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Tak banyak yang tahu, wajah ternyata bisa menjadi “alarm” alami tubuh ketika stroke mulai mengintai.
Senyum yang tiba-tiba tampak miring, salah satu sisi wajah yang terasa kaku, atau perubahan ekspresi yang tak biasa bisa jadi pertanda awal terjadinya serangan stroke.
Gejala ini sering diabaikan karena terlihat sepele, padahal mengenalinya lebih cepat bisa menyelamatkan nyawa dan mencegah kelumpuhan permanen.
Baca juga: Cara Mudah Kenali Tanda Umum Stroke Dengan FAST, Jangan Abaikan Jika Itu Terjadi
Stroke merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, namun masih banyak orang yang belum mengenali gejala awalnya.
Padahal, deteksi dini sangat penting untuk menentukan keberhasilan penanganan.
Salah satu tanda yang paling mudah diamati justru terlihat di wajah.
Ketika seseorang mengalami stroke, aliran darah ke otak terganggu sehingga otot wajah di salah satu sisi tubuh bisa melemah.
Akibatnya, wajah tampak tidak simetris, terutama saat tersenyum.
Selain itu, penderita mungkin mengalami kesulitan berbicara atau menelan.
Salah satu tanda paling mudah dikenali dari stroke adalah perubahan pada wajah, seperti mulut tiba-tiba mencong atau salah satu sisi wajah tampak turun.
Gejala sederhana ini sering kali diabaikan, padahal bisa menjadi sinyal awal bahwa seseorang sedang mengalami serangan stroke.
"Pada kasus-kasus stroke bisa diidentifikasi dari daerah wajah, contoh pasien mulutnya mencong atau tertarik, banyak mengeluarkan air liur, atau matanya tidak bisa melirik ke samping atau melihat dengan jelas. Jika ada kecurigaan stroke harus segera diperiksa ke rumah sakit," jelas dr.Bambang Tri Prasetyo Sp.N dari RS Pondok Indah, Pondok Indah Jakarta dalam wawancara terbatas melalui zoom (28/10/2025).
Selain pada wajah, gejala stroke lainnya adalah kelemahan pada satu sisi bagian tubuh, mati rasa, kesulitan bicara atau melihat, sakit kepala hebat, mual dan muntah, hingga bicara kacau.
Ia menambahkan, jika ada kecurigaan serangan stroke dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan untuk menentukan apakah itu karena stroke perdarahan atau sumbatan pembuluh darah di otak.
"Biasanya akan dilakuakan CT-scan, tujuannya untuk melihat atau menilai jaringan otak ada perdarahan atau tidak. Kalau tidak ada perdarahan, dicurigainya stroke sumbatan," tutur dr.Bambang.
Jika rumah sakitnya memiliki fasilitas yang lengkap, dapat ditambah dengan pemeriksaan lain seperti MRI atau MRA kepala non-toraks sehingga bisa memberikan gambaran lebih detil seberapa luas sumbatannya.
Menurut dr.Bambang, jika sumbatannya luas dan banyak, meski gejalanya terlihat "ringan" maka tidak bisa disebut stroke ringan.
"Mungkin dia hanya pelo atau lemah di satu sisi tubuh dan masih bisa jalan, tapi kalau foto CT Scan/MRI menunjukkan sumbatan luas maka tak bisa dibilang ringan, pasti berat," ujarnya.
Pemberian terapi pengobatan untuk pasien stroke, menurut dr.Bambang, disesuaikan dengan kondisi sumbatan atau perdarahan di otak, serta durasi pasien dibawa ke rumah sakit sejak munculnya gejala.
Dokter Bambang mengingatkan agar masyarakat tidak menunda ke rumah sakit. Idealnya pasien sudah mendapat penanganan kurang dari 4.5 jam setelah ada gejala.
"Jadi ada step-stepnya, kalau kurang dari 4.5 jam obat apa, sedangkan kalau sudah 4.5-24 jam setelah muncul gejala pertama, penanganannya beda lagi," katanya.
Semakin cepat penanganan dapat dilakukan secepat mungkin dan risiko kecacatan atau kematian dapat dicegah.
Pencegahan stroke harus dimulai dengan mencegah faktor risiko, seperti hipertensi, obesitas, diabetes, pola makan yang buruk, kolesterol tinggi, merokok, serta aktivitas fisik yang kurang.
Data Riset Kesehatan Dasar di Indonesia menunjukkan tingginya angka faktor risiko dari stroke pada masyarakat.
-
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
Baca berita lainnya di: Google News
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini
| Wajib Diwaspadai, Ini 9 Gejala Asam Urat di Usia Muda yang Sering Diabaikan |
|
|---|
| Sering Diabaikan, Ini 9 Gejala Asam Urat di Usia Muda yang Wajib Diwaspadai |
|
|---|
| Kenali Gejala dan Tanda-tanda Serangan Stroke, Ini Penjelasan Dokter Spesialis Saraf |
|
|---|
| Atasi Kebotakan, Berikut Daftar Minyak dari Bahan Alami untuk Penumbuh Rambut |
|
|---|
| Apa Itu Gas Tertawa? Isi Whip Pink Pendorong Krim, Bisa Sebabkan Kematian Jika Dihirup Langsung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Waspada-Ini-Tanda-dan-Gejala-Awal-Stroke-yang-Bisa-Dilihat-dari-Wajah-Cegah-Sebelum-Permanen.jpg)