Halo,
Profile
Kirim Images
Logout
Masuk ke akun Anda
Belum punya akun? Daftar Akun
Pedoman Media Siber
Hubungi Kami
Privacy Policy
Redaksi
Download TribunX untuk Android & iOS
“Dia itu sangat aktif berkomunikasi. Setiap ada waktu, pasti telepon," ujar Suly ketika ditemui di bandara.
Hal itu disampaikan oleh tante Florencia, Suly Mandang, saat di Bandara Sam Ratulangi Manado.
Di tengah situasi yang masih belum pasti, Neltje mengaku keluarga hanya bisa terus berdoa dan berharap kabar terbaik.
"Awalnya kami belum percaya. Tapi waktu daftar manifest keluar dan ada namanya, ya sudah," ujar Suly.
"Sepertinya sebagian besar pasien sudah dipulangkan,” ujar salah satu perawat di IGD RSU GMIM Pancaran Kasih Manado.
"Sehari-hari ya hanya begini saja, makan dan tidur. Ingin segera pulang,” ujar AV saat ditemui di Paviliun Esther RS Pancaran Kasih.
“Saya datang bersama anak saya, karena dia rewel minta jalan-jalan, akhirnya saya ajak ke sini saja karena dekat dari rumah,"
"Objek yang terbakar merupakan patung yang sedang dilas sehingga api cepat menyala,” ujar Jimmy.
Di tengah kesibukannya menjalani OJT, Serina tetap berusaha mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat.
Selain itu, harga bawang merah mulai turun. Pedagang barito, Mira, membenarkan hal tersebut.
"Ada di depan rumah kami, MoonBae Tondano, hingga Kampus Unsrat," jelasnya, Kamis (15/1/2026).
Saat itu, ia masih duduk di bangku SMA di SMAN 3 Tondano dan ingin mencari tambahan penghasilan.
Salah satu nelayan, Ferdy, mengatakan kondisi laut saat ini belum memungkinkan bagi nelayan tradisional untuk melaut.
Kerusakan ini sudah berlangsung lama dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Selain merasa sesuai dengan fisiknya, ia juga mendapat dukungan penuh dari orang tua.
"Turun dari Rp 15 ribu jadi Rp 13 ribu per kilogram," ujar seorang pedagang barito bernama Dila.
Di tengah kesibukannya menjalani magang, ia juga mengikuti rekrutmen pramugari TNI Angkatan Udara.
"Tapi mungkin orang malas karena kalau pakai JPO harus naik dulu dan agak jauh. Kalau nyeberang langsung kan lebih dekat,”
Seorang nelayan setempat, Hendra (71), mengatakan kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama.
"Ada 12 penyakit dengan jumlah tertinggi di instalasi rawat inap dan 10 di instalasi rawat jalan," jelas Staf Humas RSUP Kandou.