Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kecelakaan Pesawat di Sulsel

Keluarga dari Minahasa Kenang Florencia Wibisono Aktif Berkomunikasi

“Dia itu sangat aktif berkomunikasi. Setiap ada waktu, pasti telepon," ujar Suly ketika ditemui di bandara.

Penulis: Isvara Savitri | Editor: Isvara Savitri
Tribun Manado/Isvara Savitri
MEDSOS - Unggahan medsos keluarga dan kerabat Florencia Wibisono di Facebook. Sang ibu berangkat dari Minahasa ke Makassar, Minggu (18/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Mereka lebih sering video call group supaya keluarga besar bisa ikut ngobrol.
  • Komunikasi Florencia dengan keluarga tetap terjalin intens.
  • Florencia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Tondano. 
 

 

TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Suly Mandang turut mengantarkan ibu Florencia Wibisono, Neltje Maramis, ke Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara.

Ia merupakan tante Florencia yang tinggal di Kabupaten Minahasa.

Hingga saat ini, tubuh Florencia yang mejadi korban kecelakaan pesawat ATR PK THT 42-500 di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan, masih belum ditemukan.

Suly mengenang keponakannya sebagai pribadi yang aktif berkomunikasi dengan keluarga meski tinggal dan bekerja di Jakarta. 

“Dia itu sangat aktif berkomunikasi. Setiap ada waktu, pasti telepon," ujar Suly ketika ditemui di bandara, Minggu (18/1/2026).

Mereka lebih sering video call group supaya keluarga besar bisa ikut ngobrol.

Komunikasi Florencia dengan keluarga tetap terjalin intens, termasuk saat Natal dan ketika ibunya dirawat di rumah sakit. 

BANDARA - Ibu Florencia Wibisono, Neltje Maramis, masuk ke Terminal Keberangkatan Bandara Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara, Minggu (18/1/2026). Sang ibu ke Makassar untuk menjalani serangkaian tes.
BANDARA - Ibu Florencia Wibisono, Neltje Maramis, masuk ke Terminal Keberangkatan Bandara Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara, Minggu (18/1/2026). Sang ibu ke Makassar untuk menjalani serangkaian tes. (Tribun Manado/Isvara Savitri)

Florencia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Tondano. 

Sejak kecil, ia dikenal dekat dengan keluarga.

Terkait peristiwa yang menimpa Florencia, Suly menyebut pihak keluarga sempat menerima berbagai informasi dari masyarakat. 

Meski cuaca buruk, proses pencarian disebut berjalan relatif cepat karena lokasi kejadian berada di kawasan wisata dan mudah terlihat oleh warga sekitar.

“Untungnya cepat ditemukan, karena lokasinya di kompleks wisata. Banyak orang yang melihat, termasuk pendatang,” katanya.

Hingga kini keluarga masih berhati-hati dalam menyikapi berbagai kabar yang beredar, khususnya terkait informasi mengenai kru pesawat.

“Soal siapa saja kru di dalamnya, itu masih harus dipastikan. Keluarga menunggu informasi yang valid,” jelasnya.

Baca juga: Info BMKG: 8 Kabupaten/Kota di Sulut Berpotensi Hujan, Senin 19 Januari 2026

Baca juga: Berita Populer Sulut: Florencia Pramugari dalam Pesawat ATR yang Jatuh Rencana Akan Menikah

Suly mengaku siap dengan kemungkinan terburuk.

Namun, sebagai orang yang percaya dengan kekuatan Tuhan ia dan keluarga masih berharap Florencia bisa selamat.(*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved