Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pemkab Boltara

Pemkab Boltara Luncurkan Program MBG, Bupati Sirajudin Lasena: Bulan Depan Sudah Maksimal

Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) resmi meluncurkan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Penulis: Alpri Agogoh | Editor: Rizali Posumah
Tribun Manado/Aldi Ponge
PEMKAB BOLTARA - Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) resmi meluncurkan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). MBG resmi dicanangkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tombolango yang dipusatkan di SDN 4 Sangkub, Boltara, Sulawesi Utara, Senin (26/01/2026).  

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Boltara resmi meluncurkan program MBG.
  • MBG resmi dicanangkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tombolango.
  • Kegiatan ini dihelat di SDN 4 Sangkub pada Senin (26/01/2026). 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) resmi meluncurkan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

MBG resmi dicanangkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tombolango yang dipusatkan di SDN 4 Sangkub, Boltara, Sulawesi Utara, Senin (26/01/2026). 

Peluncuran ini menandai pertama kalinya program MBG dilaksanakan di Boltara.

Bupati Boltara Sirajudin Lasena meninjau langsung pelaksanaan launching tersebut.

Ia didampingi Wakil Bupati Mohammad Aditya Pontoh. 

Dalam sambutannya, Bupati Sirajudin menegaskan bahwa program MBG telah berjalan di sejumlah kabupaten/kota di Indonesia, termasuk di Sulawesi Utara. 

Boltara menjadi daerah yang baru memulai implementasinya.

"Bulan depan dipastikan sudah jalan maksimal," kata Sirajudin. 

Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar pelaksanaan program MBG berjalan optimal dan terhindar dari kesalahan teknis akibat Human Error.

“Pelaksanaannya harus sangat hati-hati dan terkoordinasi dengan baik,” ujar Sirajudin.

Ia menegaskan agar berbagai persoalan yang pernah terjadi di daerah lain tidak terulang di Boltara

Menurutnya, MBG bukan sekadar program makan gratis, melainkan investasi jangka panjang untuk membentuk generasi emas melalui pemenuhan gizi sejak dini.

“Ini bukan sekadar program makan. Di dalamnya ada standar gizi, keamanan pangan, kehalalan, hingga tata kelola distribusi. Saya tegaskan, saya tidak menginginkan di wilayah Boltara terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan sebagaimana pernah terjadi di beberapa daerah lain,” tegasnya

Sirajudin  menambahkan, seluruh rantai pasok mulai dari bahan baku hingga makanan yang disajikan kepada siswa harus diawasi secara ketat.

Setiap bahan pangan harus diperiksa, diolah secara higienis, serta didistribusikan dengan benar agar kualitas gizi tetap terjaga dan aman dikonsumsi.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved