Cap Go Meh 2026
Serba-serbi Cap Go Meh di Kota Bitung: Barongsai hingga Tarian Kabasaran Warnai Ritual Goan Siau
Perayaan Cap Go Meh atau Ritual Suci Goan Siau digelar meriah di Kota Bitung, Selasa (3/3/2026).
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Yeshinta Sumampouw
Ringkasan Berita:
- Perayaan Cap Go Meh atau Ritual Goan Siau digelar meriah di Kota Bitung, Selasa (3/3/2026).
- Prosesi Klenteng Seng Bo Kiong memadukan barongsai, naga hijau, tarian Kawasaran, dan musik bambu.
- Cap Go Meh menandai berakhirnya rangkaian Tahun Baru Imlek bagi umat Tridharma.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Perayaan Cap Go Meh atau Ritual Suci Goan Siau digelar meriah di Kota Bitung, Selasa (3/3/2026).
Prosesi yang diselenggarakan oleh Klenteng Seng Bo Kiong ini menghadirkan perpaduan budaya Tionghoa dan Minahasa dalam satu rangkaian arak-arakan.
Barongsai dan naga hijau berjalan beriringan dengan tarian Kawasaran serta alunan musik bambu khas Sulawesi Utara.
Menurut masyarakat Tionghoa yang menganut ajaran Tridharma, setelah Cap Go Meh maka berakhirlah seluruh rangkaian Tahun Baru Imlek.
Berikut serba-serbi Cap Go Meh di Kota Bitung.
Nuansa Tionghoa dan Minahasa Berbaur dalam Ritual Suci Goan Siau
Perpaduan budaya etnis Tionghoa dan Minahasa terlihat dalam arak-arakan ritual suci perayaan Goan Siau atau Cap Go Meh Imlek 2577, Selasa 3 Maret 2026 di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Barongsai, naga hijau, serta kio para dewa berjalan beriringan dengan tarian Kawasaran khas Minahasa dan alunan musik bambu tradisional Sulawesi Utara.
Dentuman gong berpadu dengan gerakan gagah penari Kabasaran, menghadirkan suasana yang mempertemukan tradisi Tionghoa dan kearifan lokal Minahasa dalam satu jalur prosesi.
Perpaduan tersebut membawa harmoni dan sedap ditonton oleh banyak masyarakat di kota yang berjuluk Kota Cakalang tersebut.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Klenteng Seng Bo Kiong.
Goan Siau atau Cap Go Meh sendiri dilaksanakan pada hari ke-15 bulan pertama di tahun baru Imlek.
Menurut masyarakat Tionghoa yang menganut ajaran Tridharma, setelah dilangsungkannya Cap Go Meh, maka berakhirlah seluruh rangkaian Tahun Baru Imlek.
Barisan Non-Ritual: Semangat Kebangsaan dan Kebudayaan
Susunan arak-arakan terdiri dari barisan non-ritual dan barisan ritual.
Barisan non-ritual dibuka dengan dua spanduk kuning bertuliskan “Prosesi Goan Siau” lengkap dengan aksara Mandarin dan gambar naga di sisi kiri dan kanan.
Spanduk kedua bertuliskan “Negara Makmur Rakyat Sentosa”.
Di belakangnya tampil tarian Kawasaran atau Kabasaran khas Minahasa.
| Serba-Serbi Cap Go Meh 2026 di Manado, Aksi Tang Sin hingga Harmoni Toleransi Warnai Perayaan |
|
|---|
| Aksi Tang Sin Gen Z dan Baby Boomers Jadi Sorotan Dalam Cap Go Meh 2026 Manado |
|
|---|
| Makna Cap Go Meh bagi Umat Khonghucu Manado, Bangga Gubernur YSK dan Wali Kota Andrei Angouw Hadir |
|
|---|
| Kabasaran Cilik Curi Perhatian saat Pergelaran Cap Go Meh 2026 di Manado Sulut, Jadi Tontonan Unik |
|
|---|
| Cap Go Meh 2026 di Kampung Cina Manado, 200 Personel Polisi Diterjunkan untuk Pengamanan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Cap-Go-Meh-Kota-Bitung-2026.jpg)