Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cap Go Meh di Bitung

Nuansa Tionghoa dan Minahasa Berbaur Jadi Satu dalam Barisan Ritual Suci Goan Siau di Bitung

Perpaduan budaya etnis Tionghoa dan Minahasa, berbaur menjadi satu dalam arak-arakkan ritual suci perayaan Goan Siau atau Cap Go Meh.

Tribun Manado/Christian_Wayongkere
GOAN SIAU - Perpaduan budaya etnis Tionghoa dan Minahasa, berbaur menjadi satu dalam arak-arakkan ritual suci perayaan Goan Siau atau Cap Go Meh Imlek 2577, Selasa 3 Maret 2026 di Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).Perpaduan tersebut membawa Harmoni dan sedap di tonton oleh banyak masyarakat Kota berjuluk Kota Cakalang. 

Ringkasan Berita:
  • Perpaduan budaya etnis Tionghoa dan Minahasa, berbaur menjadi satu dalam arak-arakkan ritual suci perayaan Goan Siau atau Cap Go Meh Imlek 2577 di Bitung.
  • Perpaduan tersebut membawa Harmoni dan sedap di tonton oleh banyak masyarakat Kota berjuluk Kota Cakalang.
  • Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Klenteng Seng Bo Kiong.

 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Perpaduan budaya etnis Tionghoa dan Minahasa, berbaur menjadi satu dalam arak-arakkan ritual suci perayaan Goan Siau atau Cap Go Meh Imlek 2577, Selasa 3 Maret 2026 di Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Perpaduan tersebut membawa Harmoni dan sedap di tonton oleh banyak masyarakat Kota berjuluk Kota Cakalang.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Klenteng Seng Bo Kiong.

Goan Siau atau Cap Go Meh, dilaksanakan pada hari yang 15 bulan pertama di tahun baru Imlek.

Di mana menurut masyarakat Tionghoa yang anut ajaran Tridharma bahwa setelah dilangsungkannya Cap Go Meh, maka berakhirlah seluruh rangkaian Tahuk Baru Imlek.

Perpaduan tersebut tergambar dalam susunan barisan perayaan Goan Siau atau Cap Go Meh Imlek 2577.

Terdiri dari barisan Non Ritual dan barisan ritual.

Dalam barisan non Ritual, di buka dengan dua spanduk warna kuning tulisan merah.

Tulisannya Prosesi Goan Siau, tukisan China dan gambar naga disamping kiri dan kanan.

Di spanduk kedua bertuliskan Negara Makmur Rakyat Sentosa, ada juga tulisan china dan gambar naga di sisi kiri dan kana spanduk.

Menyusul di belakang dua spanduk itu, ada tarian Kawasaran atau Kabasaran Kota Bitung

Kemudian Mobil hias lambang Negarai Indonesia Garuda, perisai berisi simbol 5 sila Pancasila, pita bertuliskan

"Bhinneka Tunggal Ika" (berbeda-beda tetapi satu jua).

Lalu ada Karnaval dari Dinas Pariwisata Kota Bitung, rombongan TP PKK, Dekranasda,  dan Wanita Katolik Republik Indonesia.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved