Kola Renang Jalan Tol
Kondisi Dua Kolam Renang Jalan Tol Bitung Tak Terawat, Kering dan Ditumbuhi Rumput Liar
Rumput liar disekitar kolam nyaris menutup pandangan mata dibagian kolam berbentuk segi empat, nampak Selasa 17 Februari 2026.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alpen Martinus
Ringkasan Berita:1. Rumput liar disekitar kolam nyaris menutup pandangan mata di bagian kolam berbentuk segi empat, nampak Selasa 17 Februari 2026.2. Tak hanya kering, sampah plastik nampak berada di dalam kolam, rumput liar mulai meringsek masuk ke area kolam.3. Memang semenjak kolam ini ada beberapa tahun silam, belum di kelola dengan baik oleh pihak yang berwenang.
TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Ada keunikan di bawah Jalan Tol Manado Bitung kilometer 30/400.
Di situ ada dua kolam renang yang memang dibangun saat pembangunan jalan tol tersebut.
Sempat sangat indah saat pertama jadi.
Baca juga: Foto-Foto 2 Kolam Unik Terbengkalai di Bawah Jembatan Ranowulu Jalan Tol Manado - Bitung Sulut
Namun seiring berjalannya waktu, dua kolam renang tersebut tidak terawat.
Bahklan kini terlihat kering dan pinggirannya ditumbuhi rumput liar.
Padahal kolam renang ini terbilang unik, karena lokasinya tepat berada di bawah Jalan Tol Manado Bitung kilometer 30/400.
Tepat di bawah Jembatan Ranowulu jalan tol ruas Manado Bitung.
Rumput liar disekitar kolam nyaris menutup pandangan mata di bagian kolam berbentuk segi empat, nampak Selasa 17 Februari 2026.
Tak hanya kering, sampah plastik nampak berada di dalam kolam, rumput liar mulai meringsek masuk ke area kolam.
Ada juga tanaman liar yang sudah masuk ke dua kolam tersebut.
Dari dua kolam renang ini satu berbentuk kotak untuk orang dewasa dan berbentuk seperti kacamata menyelam untuk anak-anak.
Memang semenjak kolam ini ada beberapa tahun silam, belum di kelola dengan baik oleh pihak yang berwenang.
Padahal ada janji, dari pihak terkait sesuai pengerjaan jalan tol ruas Manado Bitung selesai di bangun, kolam tersebut akan di tata dan di buat menarik menjadi tempat healing warga.
Ke lokasi itu bisa dijangkau dari beberapa titik.
Pengunjung bisa datang dari Jembatan Ranowulu di Kelurahan Pinokalan, dan Perumahan Amazing Grace Aer Ujang, Kelurahan Girian Permai, Kecamatan Girian, Kota Bitung.
Jika ingin lebih nyaman, pengunjung bisa lewat Pinokalan karena bisa menggunakan kendaraan bermotor.
Dari Terminal Tipe A Tangkoko di Manembo-Nembo Kecamatan Matuari, jaraknya 4,7 Kilometer (Km).
Menggunakan kendaraan bermotor, memakan waktu 11 menit.
Kalau dari Kantor Walikota Bitung di jalan Sam Ratulangi Bitung, berjarak 8,1 Km dapat di jangkau menggunakan kendaraan bermotor dalam waktu 16 menit.
Untuk masuk ke lokasi, saat ini masih gratis alias tidak berbayar.
"Sudah sejak satu sampai dua tahun terakhir ini, air di dalam kolam sudah kering," kata seorang pengunjung yang duduk-duduk bersama rekamnya di dekat area kolam renang tersebut, Selasa 17 Februari 2026.
Menurut lelaki ini, meski sudah kering dan tak terawat namun masih banyak yang datang kesini.
Karena tak jauh dari lokasi dua kolam yang sudah kering tak ada air terjun di hutan adat Negeri Danowudu.
"Biasanya banyak yang datang kalau libur dan akhir pelan," tambahnya saat diwawancara Reporter Tribun Manado Christian Wayongkere.
Saat diwawancara laki-laki itu malu identitasnya di cantumkan.
Sementara saat wawancara berlangsung cuaca cerah.
Terdengar dihewan di tengah hutan, yang oleh masyarakat sekitar menyebutnya rie - rie.
Selain itu kicauan burung juga terdengar merdu dari lokasi kolam renang dibawah jembatan Ranowulu, ruas jalan tol Manado Bitung.
Pengunjung juga bisa mendengar roda kendaraan yang melintas di jalan tol ruas Manado Bitung, dengan jelas.
| Bupati Sangihe Serahkan Proposal Tanggul Pantai Nagha 1 ke BWS Sulawesi I |
|
|---|
| Potret Kepala Keluarga Sulawesi Utara Tahun 2025, Ekonomi Rakyat Masih Dominan |
|
|---|
| Terungkap Isi Paket yang Dikira Bom di Bandara Sam Ratulagi Manado, Ditangani Jibom Brimob Polri |
|
|---|
| Hardiknas 2026 di Tomohon, Pemkot Luncurkan Kurikulum Panas Bumi dan Dikbud Expo |
|
|---|
| Adwin Pratama Menang Lelang Sarang Walet Pulau Kalama Sangihe, Harga Tembus Rp 4,75 Juta per Kg |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/KOLAM-Foto-kolam-renang-lonjong-yang-sudah-terbengkalai-di-Bitung.jpg)