TRIBUNMANADO.CO.ID - Pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota Bitung yang terletak di Kelurahan Winenet, Kecamatan Aertembaga, Bitung, Sulawesi Utara terpantau tetap berjalan pada Selasa (5/8/2025).
Meski, pengelolaan diwarnai berbagai kendala teknis dan operasional.
Sejumlah alat berat seperti excavator dan bulldozer disiagakan dengan operator untuk mengatur sampah yang masuk ke lokasi.
Namun, pengelolaan tidak selalu berjalan lancar.
Permasalahan utama yang kerap menghambat operasional TPA adalah kerusakan alat berat serta minimnya anggaran bahan bakar minyak (BBM).
“Untuk alat berat di TPA Winenet sebenarnya ada tiga excavator, tapi dua rusak. Selain itu, ada satu loader dan satu buldoser,” ujar Nova, staf Bidang Persampahan dan Limbah P3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bitung, saat ditemui pada Selasa (5/8/2025) pukul 13.11 Wita.
Nova juga menambahkan bahwa dalam kondisi tertentu, aktivitas pembuangan dan pengelolaan sampah bahkan bisa tertunda karena harus menunggu perbaikan alat.
“Seperti kemarin, kami harus menunggu alat yang dipesan karena alat berat ada yang rusak,” jelasnya.
Selain keterbatasan alat berat, Nova juga memaparkan data armada pengangkut sampah yang saat ini dimiliki DLH Kota Bitung, yaitu:
8 unit dump truck
9 unit arm roll
6 unit pick up
14 unit motor Viar
1 unit perahu untuk pengangkutan sampah di wilayah pesisir
Volume sampah yang diangkut setiap hari dari seluruh wilayah Kota Bitung mencapai sekitar 113 ton.
“Setiap harinya, volume sampah yang diangkut dari seluruh Kota Bitung mencapai sekitar 113 ton,” ungkap Nova.
Untuk mendukung aktivitas pengelolaan sampah tersebut, DLH melibatkan 327 personel, termasuk petugas kebersihan, sopir, dan operator alat berat.
"Tempat sampah juga telah disediakan di setiap kelurahan, dan kendaraan seperti Viar dioperasikan secara khusus di area padat perumahan," ujarnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi mengenai masalah anggaran dan alat berat, Kepala DLH Kota Bitung Merianti Dumbela menyampaikan bahwa dirinya sedang menjalani kegiatan di kementerian.
“Ke kantor saja ada Pak Sekretaris Dinas atau bagian bidang persampahan,” ujarnya singkat melalui pesan WhatsApp.
Namun, saat awak media mendatangi kantor DLH di Kelurahan Paceda, Kecamatan Madidir, pada pukul 14.00 Wita, pejabat yang disebutkan tidak berada di tempat.
Seorang ASN di kantor menyebut bahwa Sekretaris Dinas dan Kabid Persampahan sedang menjalankan tugas luar.
Ketika dimintai konfirmasi lebih lanjut, Nova menyarankan agar wartawan menghubungi langsung Kabid Persampahan dan Limbah P3, Bapak Liberty Rimbing.
Namun, hingga pukul 17.28 Wita, pesan dan panggilan WhatsApp yang dikirimkan tidak mendapat respons.
Kepala DLH pun tidak memberikan tanggapan atas data dan kondisi yang telah disampaikan oleh stafnya.
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
Baca juga: Akademisi Unsrat Manado: Produk Turunan Kelapa Sulut Bisa untuk Farmasi, Otomotif, Helm Anti Peluru