Dana Desa

Daftar Dana Desa 2025 Kecamatan Pinogaluman, Bolaang Mongondow Utara

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DANA DESA - Ilustrasi. Berikut rincian alokasi dana desa tahun 2025 untuk Kecamatan Pinogaluman, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Provinsi Sulawesi Utara. Desa Dalapuli Barat tercatat sebagai penerima tertinggi, yakni sebesar Rp886.103.000.

Alokasi Dasar: Rp540.116.000

Alokasi Formula: Rp123.501.000

Alokasi Kinerja: Rp206.808.000

Total Rp870.425.000

12. Desa Busato

Alokasi Dasar: Rp540.116.000

Alokasi Formula: Rp187.437.000

Total Rp727.553.000

13. Desa Batu Bantayo

Alokasi Dasar: Rp540.116.000

Alokasi Formula: Rp147.528.000

Total Rp687.644.000

14. Desa Padango

Alokasi Dasar: Rp473.109.000

Alokasi Formula: Rp144.594.000

Alokasi Kinerja: Rp206.808.000

Total Rp824.511.000

15. Desa Tuntulow Utara

Alokasi Dasar: Rp540.116.000

Alokasi Formula: Rp110.379.000

Total Rp650.495.000

16. Desa Dalapuli Timur

Alokasi Dasar: Rp540.116.000

Alokasi Formula: Rp126.261.000

Total Rp666.377.000

17. Desa Dalapuli Barat

Alokasi Dasar: Rp540.116.000

Alokasi Formula: Rp139.179.000

Alokasi Kinerja: Rp206.808.000

Total Rp886.103.000

18. Desa Buko Utara

Alokasi Dasar: Rp540.116.000

Alokasi Formula: Rp129.393.000

Total Rp669.509.000

19. Desa Tambulang Timur

Alokasi Dasar: Rp473.109.000

Alokasi Formula: Rp79.827.000

Total Rp552.936.000

20. Desa Tambulang Pantai

Alokasi Dasar: Rp473.109.000

Alokasi Formula: Rp142.812.000

Total Rp615.921.000

21. Desa Tuntung Timur

Alokasi Dasar: Rp540.116.000

Alokasi Formula: Rp142.305.000

Total Rp682.421.000

22. Desa Duini

Alokasi Dasar: Rp473.109.000

Alokasi Formula: Rp132.603.000

Total Rp605.712.000

Baca juga: Daftar Dana Desa 2025 di Kecamatan Kaidipang Bolaang Mongondow Utara

Update Pencairan Dana Desa

Melansir Kompas.com, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi penyaluran Dana Desa mencapai Rp 37,38 triliun hingga 19 Juni 2025.

Jumlah tersebut setara dengan 46,38 persen dari total alokasi Dana Desa tahun ini sebesar Rp 69 triliun.

Menurut data Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb), dana tersebut telah disalurkan kepada 75.259 desa di 37 provinsi.

“Pada 2025, Dana Desa makin kuat dengan penyaluran yang mencapai lebih dari Rp 37 triliun,” tulis DJPb dalam unggahan akun Instagram resminya @ditjenperbendaharaan, dikutip Rabu (25/6/2025).

Sejak pertama kali diluncurkan pada 2015, Dana Desa telah menjangkau lebih dari 75.000 desa di seluruh Indonesia.

Tentang Dana Desa

Dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, tujuan disalurkannya Dana Desa adalah sebagai bentuk komitmen negara dalam melindungi dan memberdayakan desa agar menjadi kuat, maju, mandiri dan demokratis.

Dengan adanya Dana Desa, desa dapat mewujudkan pembangunan dan pemberdayaan desa menuju masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera.

Penggunaan Dana Desa diprioritaskan untuk membiayai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat desa sekaligus sebagai upaya penanggulangan kemiskinan.

Anggaran Dana Desa tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp 69 triliun, dengan pengalokasian yang dihitung berdasarkan tahun anggaran sebelumnya menggunakan formula tertentu.

Rinciannya, alokasi dasar ditetapkan sebesar 65 persen dari total anggaran atau sekitar Rp 44,84 triliun.

Kemudian, alokasi afirmasi sebesar 1 persen, yaitu sekitar Rp 689 miliar.

Sementara alokasi kinerja mencapai 4 persen atau sekitar Rp 2,75 triliun.

Terakhir, alokasi formula ditetapkan sebesar 30 persen dari anggaran Dana Desa, ditambah sisa dana dari alokasi dasar, afirmasi, dan kinerja yang belum terbagi ke desa, dengan total sekitar Rp 20,7 triliun.

Sebagai informasi, pemerintah juga mencatat realisasi Transfer ke Daerah (TKD) hingga akhir Mei 2025 mencapai Rp 322 triliun, atau sekitar 35 persen dari pagu anggaran tahun ini.

(Kompas.com/Nur Jamal Shaid/Tribunmanado.co.id/Yes)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Berita Terkini