Para pemuda KGPM yang hadir dalam perkemahan ini sedang disiapkan menjadi pemimpin-pemimpin masa depan.
Pemimpin yang tidak hanya saleh dalam doa, tetapi juga kokoh dalam prinsip, terbuka dalam berpikir, dan penuh cinta dalam bersikap.
Torang semua ciptaan Tuhan. Dan Tuhan, dalam kasih-Nya, telah membentuk hati kita dari bahan baku cinta.
Sebagai Guru dan tokoh pengajar Midetasi Beragama di Indonesia, saya berkomitmen untuk terus berdiri di garis depan mendukung kegiatan lintas iman lintas dan atau kegiatan lintas agama seperti ini akan terus dijaga.
Bukan karena ingin terlihat pluralis, tapi karena tahu persis bahwa inilah jalan panjang menuju keutuhan bangsa.
Kita tidak sedang mempertaruhkan popularitas. Kita sedang mempertahankan peradaban.
Melihat semangat para peserta perkemahan, ada keyakinan yang menguat: Indonesia akan baik-baik saja.
Generasi muda ini adalah harapan bangsa yang sesungguhnya. Mereka adalah penjaga api persatuan yang akan terus menyala di tengah badai perpecahan.
Terima kasih KGPM. Terima kasih Minahasa. Terima kasih kepada seluruh peserta dan panitia yang telah menunjukkan bahwa cinta tanah air tidak mengenal batas agama dan keyakinan.
Tuhan menjaga torang samua. Tuhan lindungi torang pe anak-anak muda. Tuhan siapkan mereka jadi pemimpin-pemimpin hebat untuk negeri ini.
Salam manis dari ngana pe kaka, Ali Mochtar Ngabalin. (*)
Baca tanpa iklan