Sekolah Rakyat

Kepala Sekolah Rakyat Akan Kerja 24 Jam, Ini Tujuannya

Editor: Alpen Martinus
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SEKOLAH - Ilustrasi guru sekolah rakyat. Kepala sekolah akan memiliki waktu kerja 24 jam.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kementerian Sosial saat ini sedang melakukan proses pembangunan sekolah rakyat.

Pun para pengajar juga sedang dipersiapkan melalui proses rekrutmen.

Selain itu, pemerintah juga mempersiapkan kepala sekolah yang akan bertanggungjawab terhadap proses pembelajaran.

Baca juga: Jadwal Lengkap dan Tahapan Seleksi Guru Sekolah Rakyat 2025, Hasil Administrasi Sudah Diumumkan

Menjadi kepala sekolah di sekolah rakyat punya tugas yang lebih berat.

Mereka punya jam kerja lebih dari para guru.

Disebutkan mereka dituntut untuk bekerja lebih dari para guru.

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menyatakan, para kepala Sekolah Rakyat harus bekerja 24 jam penuh untuk mengakomodasi permasalahan siswa secara menyeluruh.

Agus Jabo berpesan, para kepala sekolah harus memiliki empati terhadap para pelajar yang belajar di Sekolah Rakyat.

“Jadi nanti kepala sekolah harus betul-betul memiliki empati, dan mengakomodasi setiap permasalahan yang dihadapi oleh sekolah. Jadi ini 24 jam,” kata Agus Jabo dalam Penutupan Retret Kepala Sekolah Rakyat Tahap Pertama di Batalyon Arhanud, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (20/6/2025).

Agus menuturkan, Sekolah Rakyat adalah sekolah boarding atau asrama sehingga pendekatan yang digunakan tidak hanya menekankan aspek pendidikan formal, tetapi juga menyentuh dimensi psikologis dan sosial siswa.

Menurut dia, dengan sistem seperti itu, kepala Sekolah Rakyat dituntut untuk hadir dalam mengakomodasi persoalan yang terjadi sehari-hari.

“Sekolah ini boarding, pagi sampai siang pendidikan formal, siangnya kegiatan ekstrakurikuler termasuk pendidikan karakter,” kata Agus Jabo.

“Nah di situ kepala sekolah harus hadir, mendengarkan persoalan yang dihadapi anak-anak," ujar dia.

Selain itu, ia juga menyinggung sebagian besar siswa Sekolah Rakyat akan berasal dari latar belakang yang kompleks, termasuk persoalan ekonomi, kesehatan, dan sosial.

Oleh karena itu, Kepala Sekolah dituntut untuk berempati dan siap siaga mengakomodasi setiap kebutuhan siswa.

Halaman
12

Berita Terkini