Berita Populer Minahasa

Berita Populer Minahasa Rabu 19 Februari 2025: Watu Pinawetengan Ditetapkan Jadi Situs Cagar Budaya

Penulis: Tim Tribun Manado
Editor: Frandi Piring
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

WATU PINAWETENGAN - Foto Situs Watu Pinawetengan didatangi warga. Kabar terbaru, Watu Pinawetengan kini ditetapkan menjadi situs Cagar Budaya. Topik Watu Pinawetengan pun menjadi Berita Populer Minahasa dalam kanal TribunManado.co.id edisi Rabu 19 Februari 2025.

Suku "Minahasa" dimulai dari sebuah batu raksasa yang telah dijadikan situs Cagar Budaya saat ini.

Dalam bahasa Minahasa, Watu berarti batu. Pinawetengan berarti tempat pembagian. Jadi Watu Pinawetengan berarti tempat pembagian.

Menurut makna tua Minahasa, Pinawetengan juga berarti janji.

Di batu inilah terjadi musyawarah pembagian wilayah sembilan sub etnis Minahasa oleh leluhur bangsa Minahasa.

Sembilan sub etnis tersebut di antaranya Tountemboan, Tombulu, Tonsea, Tolour, Tonsawang, Pasang, Penosakan, Bantik dan Siau.

Bangunan utama seluas sekitar enam kali enam meter berdiri.

Atapnya menyerupai bagian atas Waruga (kuburan batu khas Minahasa)dan terdapat patung burung Manguni atau burung hantu.

Dalam bangunan itulah terdapat batu yang selama ribuan tahun terus dirawat karena erat kaitan dengan sejarah Minahasa. Batu ini berbentuk seperti batu pada umumnya.

Namun ukurannya cukup besar dengan panjang sekitar empat meter, lebar dua meter, dan tinggi sekitar satu setengah meter.

Menurut kepercayaan masyarakat sekitar, bentuk batu ini seperti orang yang bersujud pada Tuhan.

Juga batu ini seperti bentuk peta Minahasa. Batu ini bisa dikatakan tonggak berdirinya sub etnis yang ada di Minahasa dan menurut kepercayaan penduduk berada di tengah-tengah pulau Minahasa.

Terdapat guratan buah tangan manusia di permukaan batu ini. Goresan di batu ini dipercaya sebagai hasil perundingan suku-suku itu.

Bentuknya beraneka ragam yang diartikan sebagai simbol dari manusia pertama Minahasa.

Yakni simbol laki-laki yang bernama Toar, dan perempuan yang bernama Lumimuut. Serta guratan tak beraturan tanpa makna.

Warga meletakkan batang-batang rokok di atas Watu Pinawetengan (Tribun Manado/ Finneke Wolajan)

Halaman
1234

Berita Terkini