TRIBUNMANADO.CO.ID, Jakarta - Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Golkar paling menikmati bansos effect pada Pemilu 2024.
Politisasi bansos dibawa ke sidang sengketa Pemilu 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu 27 Maret 2024.
Temuan Lembaga Survei Indonesia (LSI) pasca-Pemilu 2024, hanya 24 persen pemilih yang menerima bansos.
PAN mendapatkan 16,6 persen dari pemilih yang menerima dan senang dengan bansos.
Partai Golkar kedua paling menikmati efek dari bansos di angka 16,6 persen dan PDIP sebesar 14,5 persen.
Selanjutnya ada Partai Gerindra di angka 12,4 persen, Partai Nasdem 11,6 persen (selengkapnya lihat grafis).
Untuk Pilpres 2024, dukungan kepada Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming lebih tinggi di kelompok yang menerima dan puas dengan pemberian bansos.
Prabowo-Gibran meraih 69,3 persen, Ganjar Pranowo-Mahfud MD memperoleh 13,1 persen dan Anies-Muhaimin di angka 17,6 persen dari suara penerima bansos.
Dewan Pakar sekaligus Anggota Tim Hukum Anies-Muhaimin, Bambang Widjojanto sempat memaparkan politisasi bansos oleh Presiden Joko Widodo terbukti berpengaruh signifikan mendongkrak suara Prabowo-Gibran.
Pakar hukum tata negara Margarito Kamis menyebutkan sulit membuktikan pengucuran bantuan sosial (bansos) mendongkrak suara Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming.
Margarito menanggapi dalil Tim Hukum Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar soal politisasi bansos di Pilpres 2024 saat sidang perdana di Mahkamah Konstitusi (MK) pada Rabu 27 Maret 2024.
Menurut Margarito, hasil survei tidak dapat dijadikan bukti dalam persidangan. "Harus ditanya ke pemilih apakah memilih Prabowo-Gibran karena menerima bansos," kata dia.
Survei LSI
Survei pascapemilu (post-election survey) dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada 19-21 Februari 2024.
Hasilnya, sebanyak 24,8 persen responden mengaku menerima bansos dari pemerintah.
Dari jumlah itu, 69,3 persen mengaku mencoblos Prabowo-Gibran.
"Di kalangan penerima bansos, dukungannya paling banyak kecenderungannya ada pada pasangan 02," kata Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, dalam rilis temuan LSI pada Minggu (25/2/2024), secara daring.
Sementara ada 54 persen responden yang mengaku tidak menerima bansos yang mendukung Prabowo-Gibran.
"Tingkat dukungan masyarakat yang mengaku tidak menerima bansos terhadap 02 itu lebih rendah dibanding dengan (dukungan) masyarakat yang menerima bansos kepada 02," ujar Djayadi.
Hasil Pemilu 2024 ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI pada Rabu (20/3/2024).
Penetapan hasil pemilu dilakukan setelah melalui proses rekapitulasi secara berjenjang dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, dan terakhir nasional.
Rekapitulasi meliputi perolehan suara pemilih di 38 provinsi di Tanah Air dan konstituen Indonesia yang tersebar di 128 wilayah luar negeri.
Pada Pilpres 2024, Prabowo-Gibran menang dengan perolehan 96.214.691 suara. Prabowo merajai 36 dari 38 provinsi di Indonesia.
Sementara Anies-Muhaimin menempati urutan kedua dengan raihan 40.971.906 suara. Pasangan ini menang di 2 dari 38 provinsi di Tanah Air.
Lalu, di urutan ketiga ada Ganjar Pranowo-Mahfud MD yang mengantongi 27.040.878 suara.
Hasil lengkap Pileg 2024:
- PKB: 16.115.655 suara (10,62 persen)
- Gerindra: 20.071.708 suara (13,22 persen)
- PDIP: 25.387.279 suara (16,72 persen)
- Golkar: 23.208.654 suara (15,29 persen)
- Nasdem: 14.660.516 suara (9,66 persen)
- Partai Buruh: 972.910 suara (0,64 persen)
- Gelora: 1.281.991 suara (0,84 persen)
- PKS: 12.781.353 suara (8,42 persen)
- PKN: 326.800 suara (0,215 persen)
- Hanura: 1.094.588 suara (0,72 persen)
- Garuda: 406.883 suara (0,27 persen)
- PAN: 10.984.003 suara (7,24 persen)
- PBB: 484.486 suara (0,32 persen)
- Demokrat: 11.283.160 suara (7,43 persen)
- PSI: 4.260.169 suara (2,806 persen)
- Perindo: 1.955.154 suara (1,29 persen)
- PPP: 5.878.777 suara (3,87 persen)
- Partai Ummat: 642.545 suara (0,42 persen)
(Tribun)
Baca tanpa iklan