"Kok bisa tahu ya? Ini masih dalam penjajakan," kata Sandiaga.
Sandiaga Uno mengatakan pertemuannya dengan para pimpinan PKS dalam rangka untuk menyamakan pikiran terkait bagaimana membangun Indonesia ke depan.
Indonesia kata Sandiaga hanya memiliki waktu 15 tahun lagi menikmati puncak bonus demografi.
Sehingga apabila akan merubah arah pembangunan maka akan berdampak pada capaian target Indonesia Maju di 2045.
"Tapi kalau kita bisa sepakat misalnya ada 1-2 poin tentang koreksi, itu koreksi seperti apa? Itu yang saya mau dengar dari teman-teman.
Dan mudah-mudahan bisa kita mencapai kesepakatan bagaimana kita membangun Indonesia ke depan," kata Sandiaga.
Sandiaga menampik bahwa pertemuan dengan para pimpinan PKS sebagai penjajakan dirinya bergabung dengan partai tersebut.
Pertemuan dengan PKS tidak berhubungan dengan langkah politiknya ke depan.
"Jadi sama sekali tidak ada hubungannya dengan pengambilan keputusan berkaitan dengan langkah ke depan, tetapi penyamaan persepsi," katanya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan dirinya berlabuh ke PKS atau PPP, Sandiaga menjawab diplomatis. Ia meminta awak media untuk sabar menunggu.
"Ya teman-teman sabar saja," pungkasnya.
Baca juga: Partai Demokrat dan PKS Minta Pembangunan IKN Ditunda, Begini Tanggapan Menteri Investasi
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com