Sandiaga Uno

Sandiaga Uno Kemungkinan Gabung PKS daripada PPP, Mardiono Tak Mempermasalahkan

Editor: Frandi Piring
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sandiaga Uno kemungkinan bergabung PKS daripada PPP. Plt Ketum PPP Mardiono tak mempermasalahkan.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Mantan Politisi Partai Gerindra, Sandiaga Uno kemungkinan memilih bergabung ke Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ) dibanding Partai Persatuan Pembangunan ( PPP ).

Sandiaga Uno diketahui akan segera bertemu dengan elite PKS.

Sandiaga Uno mengatakan pertemuan dengan pimpinan PKS itu dilakukan untuk menyamakan pemikiran.

Hal itu mendapat tanggapan dari Plt Ketua Umum PPP Mardiono. Ia mengaku ikhlas bila Sandiaga memilih bergabung PKS.

"Ndak, ndak, kami nggak masalah, kami nggak akan mempermasalahkan (bila Sandi bergabung PKS),”

“Itu karena racikan yang sedang kita rangkum adalah racikan untuk bangsa dan negara," kata Mardiono.

Sementara itu, Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Pipin Sopian merespon kemungkinan Sandiaga Uno bergabung dengan partainya.

Dikatakan Pipin partainya menghargai siapa saja yang ingin bergabung termasuk Sandiaga Uno.

"Yang saya dengar itu baru proses penjajakan. Jadi belum ada jadwal yang pas.

Kami menghargai, siapa pun boleh bergabung dengan PKS termasuk dengan Bang Sandi," kata Pipin di Jakarta, dikutip Rabu (31/5/2023).

Pipin melanjutkan meski terbuka bagi siapa saja, ia menekankan untuk mengikuti aturan yang ada.

"Jadi PKS welcome kepada siapa saja. Tetapi tentunya di PKS ada aturan ketika masuk dan bergabung ikut proses yang ada.

Jadi sebagai partai politik kita terbuka bagi siapa pun," katanya.

Baca juga: Profil Bukhori Yusuf, Politisi Senior PKS yang Dipecat dari Anggota DPR RI Imbas Kasus KDRT Istrinya

Adapun diberitakan sebelumnya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno membenarkan dirinya akan segera bertemu elite Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Sandiaga mengatakan pertemuan tersebut masih dalam penjajakan.

"Kok bisa tahu ya? Ini masih dalam penjajakan," kata Sandiaga.

Sandiaga Uno mengatakan pertemuannya dengan para pimpinan PKS dalam rangka untuk menyamakan pikiran terkait bagaimana membangun Indonesia ke depan.

Indonesia kata Sandiaga hanya memiliki waktu 15 tahun lagi menikmati puncak bonus demografi.

Sehingga apabila akan merubah arah pembangunan maka akan berdampak pada capaian target Indonesia Maju di 2045.

"Tapi kalau kita bisa sepakat misalnya ada 1-2 poin tentang koreksi, itu koreksi seperti apa? Itu yang saya mau dengar dari teman-teman.

Dan mudah-mudahan bisa kita mencapai kesepakatan bagaimana kita membangun Indonesia ke depan," kata Sandiaga.

Sandiaga menampik bahwa pertemuan dengan para pimpinan PKS sebagai penjajakan dirinya bergabung dengan partai tersebut.

Pertemuan dengan PKS tidak berhubungan dengan langkah politiknya ke depan.

"Jadi sama sekali tidak ada hubungannya dengan pengambilan keputusan berkaitan dengan langkah ke depan, tetapi penyamaan persepsi," katanya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan dirinya berlabuh ke PKS atau PPP, Sandiaga menjawab diplomatis. Ia meminta awak media untuk sabar menunggu.

"Ya teman-teman sabar saja," pungkasnya.

Baca juga: Partai Demokrat dan PKS Minta Pembangunan IKN Ditunda, Begini Tanggapan Menteri Investasi

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com

Berita Terkini