"Tentu saja kami berpijak pada data yang sudah didapat Komnas HAM sebelumnya, baik itu foto, percakapan yang terdapat dari bingkai cyber."
"Temuan yang kuat adalah indikasi atau dugaan terjadinya obstruction of justice itu semakin terang benderang."
"Semakin lama semakin kuat dugaan adanya pelanggaran hak asasi manusia terkait obstruction of justice," kata Komisioner Komnas HAM M Choirul Anam dikutip dari Kompas Tv, Senin (15/8/2022).
Kendati demikian, Komnas HAM belum bisa memberikan keterangan lebih detail terkait pelanggaran apa yang terjadi dalam kasus tersebut.
Lebih lanjut, Komnas HAM akan menyusun laporan atas temuan yang didapatnya dalam proses pengungkapan kasus pembunuhan ini.
"Rencana ke depan, setelah kami melakukan peninjauan terhadap TKP dan pemeriksaan terhadap Bharada E, beberapa hari kedepan kami akan menyusun laporan-laporan."
"Kemudian mengidentifikasi setiap data, keterangan dan informasi disinkronkan antara satu keterangan yang didapat dari satu orang dengan yang lain supaya kemudian kelihatan mana bolong-bolong."
"(Termasuk) menyusun kerangka hukum seperti apa, (sembari) kita menunggu hasil otopsi kedua."
"Secara resmi kita akan menunggu apapun hasil dari tim otopsi kedua," jelas Anam.
(Tribunnews.com/Milani Resti/Galuh Widya Wardani)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Komnas HAM Sebut Ada Indikasi Brigadir J Ditembak Tak Hanya dengan Satu Senjata, https://www.tribunnews.com/nasional/2022/08/18/komnas-ham-sebut-ada-indikasi-brigadir-j-ditembak-tak-hanya-dengan-satu-senjata?page=all.