Dalam visum, Ardiansyah mengalami luka memar di bagian kepala dan tak bisa dibantah oleh Bahar.
"Kalau memang di visum memar kepala ya kepala saya pukul.
Kalau memang ada bukti visum memar kepala ya mungkin kepala.
Kalau mulut, ya mungkin mulut saya pukul," ucap Bahar.
Ia juga mengakui saat menganiaya, sempat ada yang melerai dari warga komplek atau tetangganya.
Seusai menganiaya, dia sempat mengutus orang kepercayaannya menemui Ardiansyah.
"Empat hari setelah kejadian saya mengutus orang saya untuk berdamai, tapi tidak berupa surat hanya omongan," katanya.
SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUNMANADO OFFICIAL: