Jihan menanti dan terus menanti, tetapi tidak ada satu dokter pun yang menemuinya untuk memberi tahu keadaan suaminya.
Sudah setengah jam lewat dan Jihan pun sadar apa yang terjadi.
Sambil berdiri menoleh ke arah Hosni Mubarak, ia menarik napas dalam-dalam untuk menabahkan hatinya.
"Tampaknya Sadat sudah meninggal," katanya.
"Sekarang giliran Anda memimpin negara ini. Mohon jaga Mesir baik-baik, Pak Mubarak."
Demikianlah, Anwar Sadat tewas ditembus lima peluru Kalashnikov, dua di dada, satu di leher, satu di tulang tengkuk dan satu lagi di lutut.
SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUNMANADO OFFICIAL:
Berita Kabar Israel Lainnya
Baca tanpa iklan