Doa itu selalu dibuat tim gabungan ketika akan mulai mencari.
Suasana haru juga tampak saat rombongan Keluarga Reynaldo Kawulusan, tiba di kawasan Megamas tempat para bocah hanyut. Keluarga Reynaldo ini berasal dari Kumelembuai, Minahasa Selatan.
Begitu sampai mereka secara bergantian memeluk Santi, Ibunda Rey, bocah yang menjadi korban tenggelam.
Mereka juga menyampaikan penyesalan atas kematian Reynaldo. Beberapa diantaranya menyesalkan Rey pindah ke Manado. Karena sebelumnya, Rey bersekolah di Kumelembuai.
Air mata menetes dari mata Santi dan keluarga lainnya. Semua larut dalam kesedihan.
Yeni Siwu (63), seorang kerabat Santi mengakui Rey baru saja pindah ke Manado. Suami Beren Tanda, saudara kandung Yeti Sanda (ibu Santi) itu mengatakan Rey baru pindah pada tahun ajaran 2017 ini.
"Coba kalau kejadiannya di Kumelembuai. Mungkin tidak akan merepotkan seperti ini," kata Yeni menyesalkan.
Yeni dan keluarga dari Minsel kabarnya akan langsung pulang Minsel, Senin (6/2) kemarin itu. Mereka memakai mobil rental untuk datang ke Manado."Kami membayar Rp 600 ribu," ujar Yeni.
Jika tak bisa pulang, Yeni mengaku akan tinggal di kos putrinya.
"Dia cari kerja. Cari uang sebelum kuliah, katanya.
Welly Tanda (57), saudara kandung Yeti Sanda juga mengaku mobil hanya dipakai sehari.
Mereka akan pulang dulu sebelum mencari cara kembali ke Manado keesokan harinya.(hari ini). (dma)
Baca tanpa iklan